Donat dan Bomboloni Yamina Nura, Usaha Manis yang Semakin Melejit
Melihat keseriusan Kiky menekuni usahanya. Sang suami pun akhirnya mengizinkan Kiky untuk merekrut karyawan dan memiliki mesin adonan besar. Kiky saat itu mulai kerepotan mendapat orderan donat dan Bomboloni yang terus membludak.
“Setelah dipertimbangkan dengan matang suami pun akhirnya mengajak untuk membuka lapak etalase jualan kue. Dimulai dengan Bismillah, dan semoga Allah SWT memberikan berkahnya kek kite dan kami membeli mesin mixer adonan kapasitas 10 liter dan memesan etalase 2 buah,”katanya.
Donat dan Bomboloni Kiky mulai berseliweran di sosial media dan dua etalase di Hutan Kita dan Mini Market Mega Mart selalu diserbu konsumen. Dibantu dengan 3 karyawan dan adik-adiknya, Kiky merekrut para lulusan SMA untuk tenaga penjualan dan tenaga produksi.
“Kadang suami kalau sedang tidak kerja ikut membatu mengantarkan kue ke lapak dan pesanan ke rumah-rumah pelanggan,”ujar Kiky sumringah.
Seiring berjalannya waktu usaha Donat dan Bomboloni Yamina Nura terus berkembang. Saat ini etalase Donat dan Bomboloninya kita sudah memiliki 4 etalase yang tersebar di Hutan Kota, Halaman Mega Mart, Depan Warkop Cafe coffee deretan Kantor Camat Sungailiat dan etalase di Depan Ruko Di Air Ruay. Kiky juga hingga saat ini masih melayani pelayanan delivery online untuk menjamah konsumennya.
“Sekali lagi kami ucapakan terima kasih kepada kawan kawan, masyarakat khususnya Kota Sungailiat dan masyarakat Kabupaten Bangka sudah menyukai dan membeli donat dan bomboloni di Lapak Lapak Dapoer Yamina,”ujarnya.
Saat ini Kiky memproduksi 600 butir Donat dan Bomboloni Yamina Nura dengan dibantu 7 orang karyawan. Dengan dibanderol Rp3000 per butir Donat Yamina Nura dan Rp40 ribu untuk paket ulang tahun, donat dan Bomboloni ini pun kerab dijadikan buah tangan atau hampers ulang tahun yang dipesan khusus oleh konsumennya.
Namun Kiky pun mengakui di era terpuruknya ekonomi saat ini memang terjadi penurunan penjualan. Namun dirinya tak ingin pasrah dan meratapi kondisi ekonomi yang terpuruk begitu saja.
“Produksi untuk saat ini per hari minimal 600 butir yang mana dalam beberapa bulan ini mengalami penurunan penjualan dari tahun sebelumnya. Kemungkinan pengaruh faktor ekonomi. Tapi yang namanya usaha pasti ada pasang surutnya,” katanya.
Selanjutnya Kiky ingin mengejar pencapaian yang ingin ia kembangkan lagi dengan membuka outlet di Kota Pangkalpinang dan menambah beberapa unit etalase di titik Kota Sungailiat yang belum terjamah.
“Pencapaian yang ingin dikejar selanjutnya ke depan ingin sekali mengembangkan sampai ke Kota Pangkalpinang serta menambah lapak etalase lagi di Sungailiat dan sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujar Kiky yang memberikan award kepada konsumen dengan program giveaway rutin di bulan Desember.(**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.