Apabila cinta memberi isyarat kepada Anda, ikutilah dia,
Walau sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu, menyerahlah padanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara, Anda percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
dapat menyalibmu.

sama dia ada untuk pertumbuhanmu,
begitu juga dia ada untuk pemangkasanmu.
sama dengan dia mendaki kepuncakmu,
dan terus-menerus mengomel-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebahmu hingga kamu telanjang.
Dia mengetammu demi memerdekakanmu dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkanmu sampai putih bersih.
Dia merembasmu hingga kau menjadi pembohong;
Dan kemudian dia mengangkatmu ke api sucinya.
Sehingga Anda bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan Anda oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Baca Juga  Tim U-23 Indonesia Siap Memberikan Permainan yang Terbaik di Babak Semifinal

Namun pabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta sudah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
namun sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan cinta,
karena cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.

Baca Juga  Olahraga Gendong Istri?, Ini Lima Olahraga Unik Yang Bisa Kamu Lakukan

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan memikirkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji di bibirmu.

Puisi Ibu

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir -bibir manusia.
Dan “Buku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan mimpi,
manis dan syahdu yang memikat dari kedalaman jiwa. .

Baca Juga  Di Pintu Langit Kubersujud

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, mimpi kta dalam rengsa, referensi kita dikala nista. Ibu adalah mata air cinta, kebahagiaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan mengikutinya.

Alam semesta selalu berkomunikasi dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya. Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang memelihara bebuahan dan bebijian. Ibu jiwa adalah keabadian bagi semua wujud. Penuh cinta dan kedamaian. Khalil Gibran
(Dilansir dari Zonatimes.com)