Bikin Penasaran, Ternyata Ini Sosok di Balik Akun Facebook Jok Bangka
“Responnya luar biasa saat itu. Para netizen memberikan saya dukungan. Dan saya merasa bersemangat,” katanya.
Tanpa memikirkan profit dan bisnis, Pian pun eksis membagikan informasi viral yang terjadi di berbagai daerah. Hingga dirinya mendapat pengikut yang sering memberikan informasi peristiwa yang terjadi di seluruh pelosok wilayah di Babel.
“Niat saya hanya ingin memberikan informasi kepada warganet tanpa ada pikiran lain. Tapi followers terus bertambah. Alhamdulillah,” tukasnya.
Suka duka pun ia alami sebagai konten kreator. Pian yang memiliki jiwa sosial yang tinggi ini juga sering membantu menginformasikan masyarakat yang mengalami musibah seperti kehilangan dokumen penting hingga informasi orang hilang.
Bahkan bermodalkan akun sosial media, Pian berhasil membantu menemukan keluarga korban di Provinsi Jawa Timur yang mengalami musibah di lautan lepas.
“Senang bisa memberikan informasi kepada orang-orang dan membantu orang yang kesusahan,”ungkapnya.
Namun tak hanya dukungan yang ia dapat, berbagai respon negatif sering ia rasakan ketika memposting informasi kriminal. Dia bahkan kerap dikirimkan pesan tidak mengenakkan dari keluarga pelaku kriminal yang kasusnya diungkap pihak kepolisian.
“Kalau ada postingan pelaku kriminal biasanya saya sering mendapatkan pesan dari pihak keluarga pelaku. Itu yang membuat saya sedih,” ujarnya lirih.
Berbekal dari eksistensinya di media sosial, kini sosok Jok Bangka turut membantu sektor UMKM di Provinsi Babel. Pesanan endorse dari para pelaku UMKM selalu ia terima dengan senang hati.
Walaupun tidak mematok tarif yang tinggi, Pian ingin membantu UMKM dan meningkatkan perputaran ekonomi di Provinsi Babel yang kian anjlok.
“Setiap hari ada endorse yang masuk Rp100- Rp200 ribu per hari. Bahkan ada yang memberi lebih dari tarif yang saya tentukan karena mereka senang. Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan hidup saya,”katanya.
Kini, Pian tak lagi bekerja di warnet. Hasil promosi usaha dari para pelaku UMKM sudah mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Bahkan dia bisa membelinya gadget yang baru untuk digunakan bersosial media yang ia pelajari secara otodidak.
“Sekarang lagi menabung untuk membeli motor. Susah kalo ga ada motor mau ke mana-mana,” ucapnya seraya menunjukan handphone yang baru ia beli.
Baginya apapun kisah kelam yang dialami seseorang tak melulu harus membuat keterpurukan yang berkepanjangan. Pian dengan riwayat kelam masa kecilnya ingin terus eksis di sosial media.
Memberikan informasi yang menarik bagi warganet dan membantu orang- orang yang kesulitan dalam mendapatkan informasi, menjadi tujuannya.
“Tetap menjadi diri sendiri. Saya tidak memiliki pencapaian yang tinggi, kalau pun itu nanti ada saya anggap sebagai bonus,” kata Pian mengakhiri pembicaraan. (**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.