Mencintai dalam Diam
Karya: Putri Rahmawati
CERPEN, Sepucuk bunga dan sebuah cerita, dari pagi yang melepas senja dan malam yang merangkul.
Masa lalu selalu jadi sejarah meski tak tercatat dan tersimpan di museum, biar terbang bersama benih-benih kecil, di bawah awan, di tanah yang berbeda.
Sampai hari kemarin di mana aku menemukanmu. Bagiku itu kebaikan semesta. Tanda ia telah turun memberikan cinta pertamaku. Dan mungkin saja Tuhan sedang menulis takdir cinta kita.
“Dup!” Aku bertabrakan denganmu, kita saling menatap. Gegas kubereskan buku yang jatuh, kemudian tanpa sengaja kau pun turut membereskan buku-bukuku.
“Ini bukumu,” ucapmu.
“Aduh! Ma-af ma-af, Kak. Aku tidak sengaja tapi makasih, ya, Kak. Karena udah mau membereskan buku ku,” jelasku meminta maaf sembari sedikit menatap senyuman manismu.
“Iya, tidak apa-apa kok! Lain kali nanti hati-hati ya,” ucapmu lemah lembut memaafkanku.
“Oh iya, nama kakak siapa?” Tanpa sadar aku bertanya.
“Nama kakak Indra, ketua OSIS di sekolah ini! Btw, nama kamu siapa?” Kau bertanya tanpa canggung seďikitpun .
“Namaku Namira, Kak. Aku ketua kabid bidang jurnalistik,” jawabku mencoba untuk tidak gugup.
“Halo Namira, salam kenal yaa. Senang berkenalan denganmu,” balasmu.
“Iya, Kak,” sahutku senang berkenalan denganmu.
“Gimana, kalo kita bicaranya sambil jalan aja berkeliling sekolah ini, apakah kamu mau?”
“Boleh, tuh Kak! kalo aku sih ayok aja,” jawabku.
“Okey, baiklah,” sahut Kak Indra bahagia.
Kami berdua pun setelah berkenalan satu sama lain langsung melangkahkan kaki bersama berkeliling sekolah.
Berbagi cerita satu sama lain, saling berdiskusi sepanjang jalan, bertanya tanya ini itu, hingga berhenti duduk di bawah pohon rindang untuk menikmati indahnya pemandangan sekolah dari kejauhan.
“Kak, aku kagum banget loh sama kakak. Kakak itu jago banget public speakingnya luar biasa, mana ganteng lagi.” Entah, mengapa aku tiba-tiba memujinya.
“Ahh, kamu ini bisa aja Namira. Kakak itu biasa aja kok. Tapi makasih yaa atas pujiannya untuk kakak,” balasmu sembari memandangku dengan raman penuh senyuman yang membuatku bahagia melihat senyum manismu.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.