Mencintai dalam Diam
“Iya, sama-sama Kak,” jawabku.
“Btw, kamu juga hebat loh. Masih mudah tapi udah sibuk, jadi anggota OSIS dan bisa jadi jurnalistik yang karyanya udah kemana-mana. Luar biasa,” ucapmu kembali memujiku.
“Biasa saja lah kakak, kerenan Kakak,” jawabku memujinya lagi.
“Iya, iya pokoknya kita berdua sama-sama keren deh,” sahutnya.
Setelah berbicara berkeliling sekolah berbagi pengalaman selama dua puluh menit dengan puasnya, kami pun kembali ke ruang pertemuan study, untuk melanjutkan materi tentang OSIS. Rupanya Kak Indra yang menjadi pembicara. Jelas saja sepanjang acara aku hanya menatap Kak Indra saja.
“Ciee … ciee Namira,fokus banget sih ngeliatnya ….” Temanku mulai usil.
“Ih, apa sih kamu ini? Apa salahnya coba memperhatikan penjelasannya,” jawabku mengelak.
“Memperhatikan atau memperhatikan? Hem … awas nanti jatuh cinta, loh,” ledek temenku lagi si Isma.
“Auk, ah! Kamu ini apa sih, gak jelas banget.” Aku pura-pura kesal padahal bahagia.
Dalam hatiku aku mengira-ngira, mungkinkah, aku dan kamu berangkat dari doa yang sama? Itu sebabnya saat ini kami bertemu di titik yang serupa. Terssrah dengan apa yang orang bilang tentangku. Aku hanya bisa mencintaimu dalam-dalam, dalam diam –tak bisa kuungkapkan.
“Aduh, aku ini kenapa sih? Masa dari tadi menatap Kak Indra terus, apakah aku sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya? Jika benar, maka persatukanlah kami,” ucapku dalam hati.
Setelah bertemu dengannya, ada hal-hal yang kupercayai ialah perihal jarak yang hanyalah ilusi semesta saja. Bukankah Tuhan telah menyatukan cinta di dalam langit doa?
Aku semakin percaya, segala hal memang tercipta berpasangan dengan waktunya termasuk kita. Mencintai, menemukanmu untuk pertama kalinya membuat aku merasakan banyak keindahan yang telah Tuhan ciptakan.
Kamu tahu, salah satu alasan Tuhan memberiku kekurangan adalah tak lain untuk menemukanmu pertama kalinya dan menjadikan engkau pangeran yang kucintai.
Kamu istimewa, jatuh cinta kepadamu itu memang berbeda … tapi jika diminta untuk mencintaimu berkali-kali, akan selalu kulakukan dengan senang hati, jika itu kenyataan.
Telah banyak kejumpai keindahan, dan kamu salah satu yang membuatku memuji, juga membuatku lebih dekat kepada Tuhan. Semoga tak ada sesiapa yanh merebutmu dariku.
Agar aku selalu terus mengidamkanmu walaupun aku blum bisa memilikimu. Kelak, pada suatu hari semesta akan menyatukan kita, memeluk kita dalam lengan bahagia.
Tamat
Editor: Dian Chandra

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.