KESEHATAN,TIMELINES.ID- Pemeriksaan mammografi adalah prosedur pemeriksaan X-ray yang bertujuan untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada payudara, termasuk penumpukan kalsium, kista, tumor, dan kanker payudara. Sayangnya, sebagian orang memercayai mitos pemeriksaan mammografi, sehingga enggan untuk menjalani pemeriksaannya.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan mammografi, mari simak informasi tentang mitos dan fakta pemeriksaan mammografi dalam artikel berikut ini.

Fakta dan Mitos Pemeriksaan Mammografi

Berikut ini adalah beberapa mitos pemeriksaan mammografi yang banyak beredar di masyarakat dan perlu diluruskan.

1. Mitos: Tingkat Radiasi Mammografi Membahayakan Tubuh

Ada mitos yang mengatakan bahwa tingkat radiasi mammografi dapat membahayakan tubuh. Faktanya, meski menggunakan sinar radiasi, kadarnya sangat kecil dan sudah sesuai dengan standar keamanan medis.

Baca Juga  Dirut RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Babel Ungkap Sejumlah Permasalahan Yang Dihadapi

Alat pemeriksaan mammografi ini sudah lolos uji oleh berbagai organisasi internasional, seperti Food and Drug Administration, American College of Radiology, dan Mammography Quality and Standards Act. Sehingga, keamanan pemeriksaan mammografi sudah terjamin selama pemeriksaan dilakukan di fasilitas kesehatan yang resmi.

2. Mitos: Tidak Ada Riwayat Kanker Payudara berarti Tidak Perlu Menjalani Pemeriksaan Mammografi

Banyak yang berpikir bahwa jika seseorang tidak memiliki riwayat kanker payudara sebelumnya atau tidak memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker, ia tidak perlu melakukan pemeriksaan mammografi.

Faktanya, pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan secara berkala, yakni sebanyak satu tahun sekali pada wanita di atas usia 40 tahun, sekalipun ia tidak mempunyai gejala atau tanda dari kanker payudara dan riwayat penyakit kanker dalam keluarga.

Baca Juga  15 Manfaat Buah Kurma Bagi Kesehatan, Cocok Untuk Ibu Hamil

Sebaiknya, jangan menunggu untuk menjalani pemeriksaan hingga ditemukan gejala atau tanda dari kanker payudara, karena hal tersebut dapat menjadi kemungkinan bahwa kanker payudara sudah berkembang ke stadium lanjut.

Adapun gejala atau tandanya meliputi munculnya benjolan di payudara, terdapat perubahan pada tekstur kulit payudara seperti kulit jeruk, luka pada bagian payudara yang tak kunjung sembuh, atau keluarnya cairan dari puting payudara.

Dengan melakukan pemeriksaan mammografi secara berkala, kanker payudara dapat terdeteksi lebih awal, sehingga penderitanya bisa memiliki tingkat keberlangsungan hidup dalam 5 tahun yang tinggi, bahkan hingga 99%.

3. Mitos: Mammografi 3D dan Tradisional Manfaatnya Sama

Banyak yang berpikir bahwa mammografi 3D dan tradisional sama saja. Faktanya, teknologi mammografi 3D adalah tipe mamografi yang paling modern saat ini. Apabila dibandingkan dengan mammografi 2D standar, mamografi 3D dapat menampilkan jaringan payudara secara lebih jelas dan cakupan areanya pun juga lebih luas.

Baca Juga  Bergerak Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Mobil Sehat PT TIMAH Tbk Telah Layani 17.212 Warga dalam Tiga Tahun