Kisah Inspiratif Sri Rahayu Tigan, Sukses Jalani Bisnis Kuliner dari Dapur Rumahan
“Suami dulu seorang DJ. Dan sambil bekerja di sebuah bank perkreditan. Cuma kami ingin hijrah dan pengen dekat dengan Allah. Jadi saya minta suami untuk meninggalkan semua pekerjaannya,” kisahnya.
Keputusan tersebut sempat dianggap konyol oleh sebagain besar orang-orang tedekat. Terlebih lagi kondisi memiliki anak yang masih kecil. Namun niat dan tekad sudah bulat. Rahayu dan Husni ingin melalui masa sulitnya keluar dari dunia hiburan dan riba.
“Di Bangka ini semua jajanan mahal. Biaya hidup tinggi. Kalau semua mau, anak banyak mau habis berapa. Jadi saya belajar dengan ipar. Bagiama cara memasak lempah, membuat kue. Lama-lama terbiasa dan dibilang orang enak,” katanya.

“Memulai semua dari nol. Dari loyang yang bocor, cuma punya oven kecil dan dapat order banyak, alat terbatas hingga kini Alhamdulillah sudah ada oven besar. Dan ada juga dapat alat, bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bangka,”imbuhnya.
Walaupun ia menilai masih jauh dengan usaha kuliner yang besar. Namun dirinya sangat bersyukur dengan pencapaian saat ini. Dia yakin tidak ada usaha yang mengkhianati hasil dengan modal halal dan kejujuran adalah kunci utama untuk maju.

“Kata orang-orang tidak akan bisa meninggalkan riba, mana mungkin bisa punya sesuatu. Itu salah besar, saya sudah merasakan sendiri,” ungkapnya.
Pencapaian selanjutnya Rahayu ingin terus berkembang memajukan usaha kreatif yang ia jalani dengan support orang-orang tedekat. Tentunya bisa membantu orang untuk membuka lapangan pekerjaan, tujuan yang ingin dia raih.
“Masih banyak mimpi. Terutama membuk lapangan pekerjaan Bismillahirromanirrohim. Saat ini walaupun belum besar setidaknya sudah cukup untuk makan,” ujarnya sumringah. (**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.