Menantang Balik Tantangan sebagai Guru
Mas Menteri Nadiem Makarim dalam teks pidatonya telah menyampaikan beberapa hal yang mungkin menjadi pidato terakhir sebagai Menteri.
Menurutnya, Kurikulum Merdeka, Platform Merdeka Mengajar, Pendidikan Guru Penggerak, dan ASN PPPK menjadi semacam kado untuk guru-guru di Indonesia.
Diterima atau tidak, dibuka atau tidak, inilah kado untuk kita para guru Indonesia.
Sekarang, secara profesional memang ada angin segar bagi guru baik yang berusia di bawah 35 tahun maupun di atas usia 35 tahun untuk memiliki kesejahteraan finansial yang layak dan berstatus Aparatur Sipil Negara dengan adanya program pemerintah berupa rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.
Bahkan sekarang ini, banyak kawan-kawan guru yang mungkin saja tidak sempat update status media sosialnya karena sedang belajar sungguh-sungguh, sedang membuka beragam modul, video pembelajaran di youtube untuk menghadapi ujian seleksi PPPK tahun 2023 ini.
Semangat selalu bagi kawan-kawan yang sedang berjuang agar dapat fokus mendidik murid di sekolah, memperjuangkan status dan kesejahteraan yang fokus pula, dengan lulus seleksi ASN PPPK di tahun ini.
Meskipun fakta pula, masih banyak kalangan-kalangan guru yang secara regulasi belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah ini.
Semoga pemerataan kesejahteraan guru ini semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Lalu apa lagi yang menjadi tantangan guru dewasa ini?
Sebuah kontradiksi dari apa yang saya sampaikan pada refleksi guru di masa saya sekolah tadi, sekarang tantangan guru menghadapi murid semakin beragam.
Viral di mana-mana guru sering mengalami tindak kekerasan baik dari murid maupun dari wali murid.
Ruang guru memberikan pembelajaran karakter sangatlah sempit.
Cubit guru, potong rambut gratis, jewer kuping, hormat bendera di siang hari, adalah bentuk pelajaran-pelajaran dari guru yang kadang-kadang malah menjadi candaan seru bersama kawan-kawan maupun orang tua di rumah kala itu.
Namun sekarang malah menjadi sesuatu yang di hadapkan pada ancaman-ancaman yang tidak bercanda yaitu hukum penjara bagi guru.
Lebih jauh, bagi oknum murid maupun wali murid yang senang main hakim sendiri ketika anaknya diberi pelajaran seperti itu, tidak akan puas ketika tidak menemukan cedera serius yang dialami sang guru.
Banyak sekali berita-beritanya dipublikasikan belakangan ini. Jika ini adalah sebuah tantangan, maka sebagai guru kita juga harus berani menantang balik tantangan ini dengan keterampilan-keterampilan baru yang harus dimiliki guru untuk menggantikan pelajaran-pelajaran fisik tadi dengan segitiga restitusi, kesepakatan kelas, dan budaya positif yang merupakan beberapa materi pada Pendidikan Guru Penggerak.
Masih banyak lagi modal-modal keterampilan yang bisa dipelajari guru di era sekarang untuk menantang balik dan memenangkan tantangan-tanganan di atas.
Semua terus berkembang, bergitupun dengan tantangan.
Bagi tangan-tangan tua yang mengalirkan ilmunya dalam tubuh ini, Selamat Hari Guru untuk Anda, mohon maaf dan terima kasih banyak.
Mohon maaf ketika menjadi murid banyak kenakalan-kenakalan yang mungkin membuat kesal dan terima kasih banyak telah menjadi motivator akan jadinya aku yang sekarang.
Apapun latar belakang seseorang sebelumnya, jika sekarang dia guru, tidak hanya di sekolah, tapi guru bagi seseorang, dua orang, tiga orang, bahkan guru bagi anak-anaknya saja, Selamat Hari Guru untuk Anda!
Karto, S.Pd.,M.M., Guru di SMP Negeri 8 Toboali

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.