Dilansir dari pemberitaan sebelumnya, salah seorang remaja asal Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar) berinisial A (17) menjadi korban tindak pidana pengeroyokan. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka berat pada bagian tubuhnya.

Insiden pengeroyokan yang dilakukan dua terduga pelaku berinisial H (17) dan N (15) pada Rabu (14/6/2023) petang di sebuah pantai yang ada di daerah itu. Kedua pelaku tega menganiaya korban diduga karena cemburu buta.

AKP Ogan Arif Teguh Imani, saat itu menjabat Kasatreskrim Polres Babar mengatakan, insiden pengeroyokan itu bermula saat korban A (17) sedang nongkrong di kawasan pantai di Kecamatan Simpangteritip pada Rabu (14/6/2023) petang.

Korban tidak sendirian, namun dengan dua teman wanitanya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba kedua pelaku H dan N datang dan langsung mengeroyok korban bersama-sama dengan menggunakan tangan kosong secara brutal.

Baca Juga  3 Perunggu Diraih Kontingen Babar dalam Kejurprov Drum Band Babel 2025

“Hasil keterangan para saksi, penyebab pengeroyokan ini karena pelaku N cemburu kepada korban A karena korban dekat dengan perempuan yang dia suka. Jadi rebutan cewe sehingga pelaku H mengajak N memukul korban,” kata Iptu Ogan Arif, Jumat (16/6/2023) petang di ruang kerjanya.

Kemudian setelah dilakukan rangkaian kegiatan penyidikan, jumlah pelaku pengeroyokan bukan hanya dua, tetapi ada lima orang. Ketiga tersangka lainnya kala itu berinisial AR, AL dan AL diburu polisi dan sempat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Namun pada Minggu (18/6/2023) dini hari, ketiganya berhasil diamankan Tim Satreskrim Polres Babar di tempat persembunyiannya di Kecamatan Simpangteritip.

“Benar untuk ketiga pelaku tambahan yang terlibat dalam pengeroyokan di sebuah pantai di Kecamatan Simpangteritip pada Rabu sore kemarin sudah kita amankan. Mereka berinisial Ar, Al dan Al, umurnya satu berusia 21 tahun, duanya umur 19 tahun,” ujarnya, Senin (19/6/2023). (**)

Baca Juga  Polres Bangka Barat Perketat Pengawasan Pupuk Subsidi Pascapenyelundupan 10 Ton dari OKU Timur