Karya: Arif

Editor: Dian Chandra

OPINI, Laut Bangka Selatan adalah laut  yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, Kabupaten Bangka Selatan. Nama kota di sana adalah Kota Toboali, kota yang sangat  bersejarah–kota kesayangan masyarakat Toboali.

Saya ingin menceritakan mengenai laut Bangka Selatan, yang dulunya indah dan bersih.

Tanpa ada sedikitpun sampah yang berserakan di laut. Tetapi sekarang dengan egoisnya manusia membuang sampah sembarangan di laut.

Mereka tidak tahu dampak yang akan terjadi jika membuang sampah di laut.

Hal yang mereka lakukan itu, tidaklah baik bagi lingkungan yang ada di sekitar. Terutama bagi mereka yang tinggal di pesisir pantai. Tentulah sangat tidak baik bagi kesehatan mereka.

Mereka tak mempertimbangkan dan memikirkan bagaimana ke depannya. Bahkan, apa yang akan terjadi jika mereka terus-terusan membuang sampah di laut?

Saya tidak tahu ke depannya akan seperti apa,  akan tetapi yang saya ketahui ialah perihal lautan yang akan tercemar dan menjadi sangat kotor dengan sampah-sampah yang mereka buang di laut setiap hari.

Dampaknya,  udara menjadi  kotor dan tidak sehat bagi kesehatan tubuh maupun lingkungan di sana.

Kini air laut yang jernih dan bersih,  menjadi air laut yang keruh dan berwarna abu-abu kecoklatan. Penuhnya sampah yang berserakan  di pesisir pantai maupun lautan, menjadikan laut yang tak layak untuk di pandang mata.

Seperti yang kita ketahui juga bahwa laut Bangka adalah tempat di mana masyarakat, baik penduduk sekitar maupun yang tinggal  di pesisir pantai, mereka memanfaatkan hasil kekayaan alam  dari laut yang telah diberikan oleh yang Maha Kuasa kepada kita semua.

Seperti ikan, timah, dan hasil laut lainnya. Kemudian juga, banyaknya penduduk maupun orang yang tinggal di pesisir pantai yang bekerja sehari -harinya di laut.

Seperti, nelayan-nelayan yang menjala ikan di laut, para penambang timah, dan lain-lainnya. Dari hasil lautlah  mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Dengan hasil kekayaan laut Bangka yang melimpah ruah. Seperti lagu Melayu ciri khas Bangka Belitung yang berjudul Zapin Melayu, yang berbunyi, Hasil buminya melimpah ruah. Hasil lautnye tiade terkire.

Itu lah lagu yang  dapat menggambarkan tentang kekayaan hasil laut Bangka, terutama hasil laut yang ada di Bangka selatan.

Timah yang  melimpah, ikan-ikan, hingga ribuan kilo udang yang dapat diolah menjadi aneka kuliner lezat.