Diva selalu memikirkan, membayangkan bahkan menghayal SMA yang ia impikan. Diapun pernah berhenti dan melihat SMA yang ia impikan.

Diva bercerita dengan Anisa dan Sella.

“Sel, Nis coba aja aku sekolah di situ, tidak kebayang sebahagia apa aku. Sebenarnya aku masih berharap SMA di situ, tapi sepertinya aku tidak bisa. Aku pun pernah ke sekolah itu memandang nya sebagus itu sekolah impianku. Tapi sayang aku tida bisa menempatinya,” ujar Diva dengan senyumnya yang palsu.

“Diva, perjuangan ini belum berakhir. Bahkan rasanya tiap detik adalah awal perjuangan,” nasehat sella.

“Iya Diva, Salah satu tahap kedewasaan terjadi saat seseorang belajar untuk merelakan.

Seseorang menjadi lebih bijak dan dewasa ketika mampu merelakan sesuatu yang ia impikan. Percayalah, rasa rela akan berganti dengan sesuatu yang lebih indah,” nasihat Anisa.

Baca Juga  Bisikan Lautan

“Benar banget, seperti kamu tidak dapat SMA impian. Tapi suatu saat pasti Allah memberikan kamu universitas impian. Rencana allah pasti yang terbaik,” tambah Sella lagi dengan raut wajah senyum.

“Iya aku paham kok, mulai hari ini aku harus bisa menerima kenyataan tanpa membenci keadaan. Aku harus bisa, semangat apapun yang terjadi dan aku harus kuat menjalani hari-hari yang tidak sesuai dengan ekspektasi ku sendiri, ” ujar Diva yang meyakinkan dirinya dan mulai tersenyum.

“Nah gitu dong,” ujar Sella dan Anisa serempak.

Tiga tahun kemudian….

Diva, Anisa, dan Sella sudah menduduki kelas 12 dan mereka akan lulus.  Mereka akan mengikuti SNBP untuk masuk universitas impiannya.

Baca Juga  Puisi-puisi Dian Chandra

Selama SNBP akan dimulai mereka terus berusaha, berdoa biar dapat universitas yang selalu ini yang mereka impikan.

Beberapa waktu kemudian ujian SNBP selesai. Dan tinggal menentukan siapa yang lulus dan tidak lulus

Usahanya tak sia-sia, Diva lulus di Universitas Gadjah Mada (UGM). Universitas yang selama ini ia impikan, akhirnya menjadi kenyataan.

Tidak mendapatkan SMA favorite tetapi diganti Allah dengan Universitas favorit.

“Wahh selamat Diva, kamu diterima di UGM, universitas yang kamu impikan. Benar kan kata kami ketika kamu ikhlas dan rela. Pasti akan berganti dengan sesuatu yang lebih indah,” ujar Sella mengedipkan satu mata.

Akan ada waktunya, nanti kebahagiaan datang pada kita bertubi-tubi. Sampai nanti kita itu akan bingung dan Allah akan bilang begini sama kita “ini itu hadiah dari semua kesabaran kamu selama ini”.

Baca Juga  Cerita Beribu Luka

Jangan pernah takut untuk sebuah impian yang tidak pernah tercapai, karena dalam mimpi kita terdapat kekuatan untuk mewujudkannya.

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi justru merupakan langkah pertama menuju kesuksesan yang sejati.

Kesuksesan tidak datang dengan mudah, tapi melalui kerja keras, tekad yang kuat, dan ketekunan yang tiada henti.

Jadilah pribadi yang selalu berinovasi dan berani mengambil risiko, karena itulah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan.

Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa mengubah dunia. Jadilah pembelajar sepanjang hayat dan teruslah berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan umat manusia.

Navis Sabilillah, Siswi SMAN 3 Toboali, Juara II lomba menulis cerpen Polres Bangka Selatan