Merawat bayi baru lahir mungkin terasa melelahkan. Tak jarang, banyak orang tua yang merasa stres, terlebih bila baru memiliki anak yang pertama.

Sering kali karena kesibukan merawat bayi baru lahir, orang tua lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Agar Anda bisa memberikan yang terbaik dalam merawat Si Kecil, tentu Anda juga perlu memperhatikan kesehatan fisik maupun emosional diri sendiri.

Beberapa hal berikut ini bisa diterapkan untuk mengelola tekanan saat merawat bayi baru lahir:

1. Menjaga kondisi fisik

Pada minggu-minggu awal setelah kelahiran, Anda mungkin akan kurang tidur. Untuk menyiasatinya, tidurlah berbarengan dengan waktu tidur Si Kecil. Jika Si Kecil terbangun karena ingin menyusu, cobalah untuk posisi menyusui sambil berbaring miring, sehingga Anda pun tetap bisa istirahat.

Baca Juga  Jangan Putus Asa, 5 Tips Hidup Sehat Dengan 1 Ginjal

Jika Si Kecil rewel, mintalah tolong pasangan untuk bergantian menjaga dan menenangkannya saat malam hari. Agar tubuh tetap bugar meski kurang tidur, konsumsi makanan sehat, cukupi kebutuhan cairan, lakukan olahraga ringan, dan hindari kafein.

2. Tidak perlu takut

Melihat mungil dan rentannya bayi baru lahir, mungkin membuat Anda merasa khawatir tidak mampu merawatnya dengan baik. Anda juga mungkin merasa panik, terutama jika Si Kecil terus menangis.

Namun kecemasan akan berkurang jika Anda dan pasangan membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan seputar perawatan bayi. Lama kelamaan, Anda akan semakin luwes dan mengerti cara menangani Si Kecil.

3. Tunda dahulu pekerjaan lain

Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan kegiatan yang biasa dilakukan sebelum kelahiran Si Kecil. Pekerjaan rumah, seperti mencuci, mengepel, dan membereskan rumah bisa ditunda dulu, agar Anda tidak terlalu lelah.

Baca Juga  3 Resep Nusantara Berbahan Tahu Simpel dan Cepat

Anda bisa membeli lauk siap santap atau memasak menu yang mudah diolah namun tetap bergizi.

4. Jangan mengurung diri

Bayi yang rewel saat di dalam rumah mungkin akan ceria saat diajak keluar rumah untuk sekadar berjalan-jalan menghirup udara segar. Memiliki bayi juga bukan berarti membatasi hubungan dengan teman-teman dan keluarga Anda.
Sesekali, biarkan mereka ikut membantu mengasuh bayi Anda. Bantuan ini bisa menghemat tenaga Anda.

5. Tahu kapan meminta bantuan

Jika Anda mengalami suatu kendala hingga membuat Anda stres, jangan ragu untuk meminta bantuan dari ahlinya. Misalnya jika Anda mengalami kendala menyusui, berkonsultasilah dengan dokter atau konselor laktasi.

Jika stres yang dirasakan sudah menganggu keseharian Anda, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog.

Baca Juga  9 Cara Menurunkan Deman yang Efektif Untuk Anak dan Orang Dewasa

Saat ini sudah banyak klinik maupun rumah sakit yang menyediakan kelas bagi pasangan yang ingin belajar merawat bayi baru lahir. Selain mengikuti kelas, Anda juga bisa belajar secara daring atau membaca artikel maupun buku yang membahas cara merawat bayi baru lahir.

Dengan membekali diri, harapannya Anda dan pasangan bisa lebih siap dan tidak kaget dengan tugas baru sebagai orang tua. Jika masih memiliki pertanyaan seputar merawat bayi baru lahir, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan saran terbaik.(Dilansir dari Alodokter.com)