Oleh: Agustian Deny Ardiansyah, SP.d

Ujian sumatif telah selesai dan waktunya peserta didik menunggu hasil dari apa yang telah mereka pelajari selama satu semester.

Dalam waktu menunggu itu, guru akan mulai sibuk mengoreksi ujian sumatif dan menginput nilai hasil belajar peserta didik.

Nilai hasil belajar diperoleh guru dengan menjumlahkan nilai sumatif dengan nilai formatif peserta didik yang diambil dari nilai pengetahuan dan keterampilan.

Melalui rumus tertentu, kumpulan nilai sumatif dan formatif dari hasil belajar peserta didik selama satu semester akan disatukan untuk mendapatkan nilai rapot peserta didik.

Nilai rapot yang diakumulasikan dari nilai sumatif dan formatif peserta didik itu kemudian di input ke dalam e-rapot untuk melihat hasil deskripsi dari setiap capain pembelajaran peserta didik.

Baca Juga  Banjir di Lombok Barat Telan Satu Korban

Setelah semua hal itu selesai dikerjakan maka rapot bisa dicetak dan siap dilaporkan hasilnya kepada orangtua peserta didik.

Kilas Balik Terkait Rapot

Ingatan kolektif saya tentang rapot sangat membekas adalah waktu saya duduk di bangku sekolah dasar (SD), hal itu membekas karena setiap penerimaan rapot ibu saya akan mengayuh sepeda untuk datang ke sekolah.

Sampai di sekolah ibu saya langsung duduk paling depan sembari mendengarkan guru memaparkan rapot yang telah siap dibagikan.

Saya masih sangat ingat ketika itu selain guru menampilkan urutan nama-nama siswa yang mendapat peringkat 1 sampai dengan 10.

Guru juga mengingatkan tentang libur sekolah dan membicarakan secara personal tentang hasil belajar yang diperoleh siswa di dalam rapot tersebut kepada orangtua yang hadir.

Tak lama bercakap dengan guru kelas saya, ibu langsung keluar dan tanpa basi basi menancap sepedanya pulang.

Baca Juga  Lahirnya Generasi Bengis: Tantangan bagi Masyarakat Modern

Sampai di rumah, saya langsung diberitahu ibu tentang hasil belajar di dalam rapot tersebut, dan akhirnya saya dimarahi dan diserapah ini-itu gara-gara rapot saya ada 2 nilai merah ditambah gak dapat peringkat lagi, haha.

Namun itu menjadi motivasi bagi saya dan evaluasi bagi orangtua yang akhirnya ibu saya menambah porsi belajar saya dan pada penerimaan rapot kenaikan kelas ada peningkatan hasil belajar.

Saya mendapat peringkat 10 dan itu adalah peringkat pertama yang saya peroleh selama bersekolah di SD tersebut.

Rapot Hari Ini

Hari ini isi rapot lebih variatif bukan hanya soal nilai saja, namun juga ada deskripsi sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik.

Baca Juga  Anak-Anak di Kolong Tambang: Masa Depan Bangka Belitung yang Terabaikan

Tidak hanya itu rapot juga berisi tentang kecendrungan peserta didik dalam kegiatan sekolah dan potensi yang bisa dikembangkannya nantinya.

Uniknya rapot hari ini sudah tidak mengenal peringkat dalam menjabarkan kemampuan peserta didik selama satu semester.

Oleh karena itu orangtua ketika mengambil rapot jangan hanya fokus pada nilai yang ada di dalam rapot tersebut atau hanya fokus pada nilai yang berlabel “merah” atau jelek, ups sudah tidak ada nilai jelek.

Namun harus peka dengan apa yang bisa dikembangkan dengan membaca rapot sehingga kita memahami potensi dan sisi baik anak kita pada hasil belajarnya.

Lalu apa hal yang bisa ditangkap oleh orangtua dalam sebuah rapot selain hanya nilai yang ada di lembar rapot tersebut?