Rapor Bukan hanya Soal Nilai, Lalu Apa?
1. Mengetahui Potensi (minat dan bakat) Anak
Pada rapot yang telah dibagikan, bila guru memasukan nilai tersebut dengan penuh keyakinan sesuai apa yang telah peserta diidik kerjakan, maka hasil dari nilai akhir bisa mengambarkan potensi (minat dan bakat) anak kita.
Hal itu karena rapot yang orangtua terima berisi tentang perkembangan peserta didik bukan hanya pada sisi kognitif namun juga aspek sikap dan psikomotorik peserta didik.
Terlebih pada aspek psikomotorik atau keterampilan bisa menampilkan kecenderungan bakat dan minat yang anak kita miliki.
Misalnya pada nilai olahraga seorang anak memiliki predikat baik dengan dibuktikan melalui prestasi olahraga seperti sebagai pemenang dalam sebuah kejuaraan atau keikutsertaan peserta didik dalam even.
2. Mengetahui Kecenderungan Anak
Rapot selain menyimpan hasil belajar dalam bentuk minat dan bakat, juga berisi tentang kecenderungan (kesukaan) seorang anak.
Hal itu bisa dilihat dari intervan nilai terkait dengan nilai tertingi dan terendah, ketika seorang anak memiliki nilai yang secara kontinyu sama dalam sebuah mata pelajaran tertentu maka akan memperlihatkan kecendrungan atau kesukaan peserta didik dalam belajar.
Seumpama dalam mata pelajaran eksat seperti Matematika dan Ipa memiliki nilai yang baik dan secara kontinyu menunjukan perbaikan maka anak kita memiliki kecenderungan dalam bidang sains.
3. Memahami Perkembangan Anak
Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, nilai rapot tidak hanya memuat tentang nilai kognitif saja namun juga aspek sikap dan psikomotorik anak.
Pada informasi tersebut dan dibantu dengan pemahaman oleh guru, orangtua akan memahami perkembangan anak selama di sekolah.
Hal itu terlihat dari hasil penilaian peserta didik yang terus berkembang baik dalam kaitan pengetahuan, sikap dan keterampilan sehingga bisa disimpulkan tentang perkembangannya.
Perkembangan anak dalam kaitan mengitrepretasi rapot adalah perbandingan perilaku anak ketika di rumah dan sekolah apakah memiliki perbedaan atau kesamaan.
Bila keduanya sama atau identik maka perkembangan anak sudah pada jakur yang benar dan perlu orangtua bersamai agar anak tersebut tidak salah arah.
4. Menguatkan Peran Orangtua dalam Pembelajaran Anak
Raport bukan soal nilai yang terlihat secara angka saja, namun juga bagimana orangtua bisa menindaklanjuti hasil belajar yang didapat oleh seorang anak dalam pembelajaran di sekolah.
Dari hal itu orangtua dapat memberlakukan reward bagi hal-hal yang telah baik pada diri anak sesuai dengan informasi yang rapot berikan dan memberikan penguatan pada hal-hal yang belum terbentuk dengan baik pada diri anak.
Rapot memang kumpulan nilai dan deskripsi terkait kemajuan seorang peserta didik dalam pembelajaranya di sekolah, namun lebih dari itu raport juga bukti autetentik tentang potensi, kecenderungan dan perkembangan peserta didik selama belajar di sekolah.
Oleh karena itu jangan terburu-buru men-judgement anak kita dengan kalimat ini itu jika ada satu atau dua mata pelajaran yang nilainya kurang memuaskan namun terus berfokus pada potensi yang anak miliki dan perlu orangtua kembangkan.
Bangka Selatan, 11 Desember 2023.
Agustian Deny Ardiansyah, Pengajar di SMPN 2 Tukak Sadai, Guru Penggerak Kabupaten Bangka Selatan

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.