3. Melakukan fototerapi

Jika berbagai cara menurunkan kuning bayi secara alami tidak terlalu efektif, bayi dapat menjalani terapi cahaya (fototerapi). Terapi ini biasanya dilakukan di rumah sakit dan dipantau oleh tenaga medis terlatih.

Dalam pelaksanaannya, bayi akan diletakkan di bawah sinar ultraviolet yang memiliki kemampuan untuk mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah diurai oleh organ hati. Dengan begitu, penumpukan zat tersebut di dalam darah pun akan berkurang.

Selama proses fototerapi dilakukan, bayi hanya diperbolehkan menggunakan popok dan penutup mata saja. Hal ini bertujuan agar sinar ultraviolet bisa langsung mengenai kulit bayi sehingga dapat bekerja secara optimal. Apabila berjalan dengan lancar, fototerapi dapat menurunkan kuning bayi dengan cepat dalam waktu 1–2 hari.

Baca Juga  Lagi Menghindari Makan Malam?, Sebaiknya Kamu Baca Panduan Ini

4. Melakukan transfusi tukar

Transfusi tukar biasanya diterapkan oleh dokter anak pada bayi yang memiliki kadar bilirubin tinggi dalam darah dan tidak merespons terapi menggunakan cara alami maupun terapi cahaya.

Transfusi tukar dilakukan dengan cara mengambil sebagian kecil darah bayi dan menggantinya dengan darah donor yang tidak mengandung bilirubin. Prosedur ini bertujuan agar kadar bilirubin secara keseluruhan di dalam darah bayi turun. Dengan begitu, kuning bayi pun bisa menghilang.

Prosedur ini dilakukan selama beberapa jam dan perlu pemantauan saat dan setelah tindakan. Hal ini karena transfusi tukar memiliki efek samping, seperti perdarahan. Selain itu, pemeriksaan bilirubin ulang akan dilakukan untuk mengetahui kadar bilirubin setelah prosedur tersebut.

Baca Juga  6 Jenis Olahraga yang Cocok bagi Penderita Diabetes

Jika berbagai cara menurunkan kuning bayi dengan cepat telah dilakukan tetapi kuning bayi tidak kunjung menghilang, langkah lanjutan berupa transfusi imunoglobulin mungkin saja dilakukan.

Cara ini biasanya digunakan pada kasus kuning bayi yang disebabkan oleh perbedaan rhesus golongan darah bayi dan ibu (inkompatibilitas rhesus). Namun, karena kondisi tersebut jarang terjadi, penanganan kuning bayi dengan transfusi imunoglobulin jarang digunakan.

Meskipun kebanyakan kasus bayi kuning tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu ditangani dengan tepat agar kuning pada bayi dapat teratasi.

Bila Si Kecil menunjukkan gejala penyakit kuning, Bunda sebaiknya membawanya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Dokter nantinya akan memberikan saran mengenai cara menurunkan kuning bayi dengan cepat sesuai dengan kondisi Si Kecil.(Dilansir dari Alodokter.com)

Baca Juga  Pola Diet Intermittent Fasting dan Cara Melakukannya