Masyarakat nelayan yang tinggal di Indonesia merupakan komunitas yang berasal dari para petani yang terisolir.

Namun sistem ini mulai bergeser semenjak masyarakat mulai melakukan pekerjaan sebagai nelayan, namun hal tersebut menyebakan sistem kepercayaan di masyarakat sangat rendah di bidang pengetahuan (Erakapia et al., 2019).

Kondisi ini diperkuat dengan adanya masyarakat yang memiliki sumber daya yang sangat rendah dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya minat dalam pengelolaan sumber daya dengan baik.

Masyarakat yang bekerja sebagai nelayan di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap mendapatkan penghasilan berdasarkan pada kondisi cuaca dan musim.

Masyarakat nelayan merupakan salah satu bagian masyarakat Indonesia yang hidup dengan mengelola potensi sumberdaya perikanan.

Baca Juga  Urgensi Perlindungan Merek Dagang dalam Persaingan Usaha Modern

Sebagai suatu masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir (Rosni, 2017). Sehingga kondisi sangat mempengaruhi pendapatan mereka, apabila kondisi cuaca bagus dan musim sedang mendukung maka hasil penangkapan ikan akan menguntungkan namun apabila tidak hasil penangkapan ikan sebaliknya bisa sedikit atau tidak ada sama sekali, dan berdampak pada sulitnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Apabila musim sedang tidak mendukung untuk nelayan mencari ikan, nelayan bekerja dari pagi sampai sore untuk mencari kerrang totok dan kepiting di sekitaran hutan mangrove untuk mendapatkan pemasukan. Gambaran tingkat pendapatan bersih nelayan di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap mempunyai tingkat pendapatan bersih dengan rata-rata berkisar Rp. 50.000-200.000 perhari.

Baca Juga  Kejari Bangka Selatan dan Kampanye Melawan Korupsi

DAFTAR PUSTAKA

Rosni, R. (2017). Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Jurnal Geografi, 9(1), 53. https://doi.org/10.24114/jg.v9i1.6038

Erakapia, H. K., Tambani, G. O., & Pangemanan, J. F. (2019). Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. AKULTURASI (Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan), 6(12). https://doi.org/10.35800/akulturasi.6.12.2018.22609

Masinambow, V. A. J., Sumual, J. I., & Tolosang, K. D. (2019). Kajian Potensi Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Kabupaten Kep. Sitaro (Studi Kasus Siau Barat). Jurnal Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 18(3). https://doi.org/10.35794/jpekd.14200.18.3.2016

Nasution, Z. (2008). Perkembangan Ekonomi Masyarakat Nelayan Perairan Umum “Lebak Lebung.” Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(2), 249–264. https://doi.org/10.22500/sodality.v2i2.5882

Baca Juga  Di Tepi Samudera Kebenaran: Menakar Reputasi dalam Timbangan Ilahi

Putri, I. P., Khabibah, A., Febrianti, D. A., Junianda, L. A., Az-Zahra, M. A., & Salsabila, V. A. (2023). Peran Kelompok Nelayan Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sidoarjo. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 12(1), 40–46. https://doi.org/10.21831/dimensia.v12i1.57358

Rahim, A., Ramli, A., & Hastuti, D. R. D. (2014). Ekonomi Nelayan Pesisir dengan Permodelan Ekonomerika. In Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) rumah Carabaca. (Vol. 53, Issue 9).