Aku dan Luka
Ketika semua tanpa rencana
Namun nyatanya aku akan selalu diterima
Diberi tanpa bertanya apa yang telah berlalu
Memberi layaknya keluarga seperti dahulu
Sejauh mana engkau dapat berpijak?
Aku akan selalu menjadi atap kokoh tanpa goyah
Bagian terkecil dari semua ini sangat terluka
Namun segala cara telah dicoba
Hati kecil ini masih menyimpan banyak duka
Namun luka hanyalah sebatas luka
Mau atau tidak semuanya akan perlahan sirna
Kasih sayang tanpa batas penyejuk hati goyah
Nyatanya tidak ada namanya “mantan keluarga”
Aqila Aliya Chandra, Siswi SMKN 1 Sungailiat, Bangka
Halaman
1 2
