Pentingnya Pengembangan Literasi: Dalam Tinjauan untuk Kemajuan Bangsa
Mereka dapat memahami hak-hak dan kewajiban mereka, dapat menyuarakan pendapat mereka, dan berpartisipasi dalam pembangunan komunitas mereka. Literasi juga dapat membantu mereka untuk lebih sadar akan isu-isu sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan ketahanan bangsa, lingkungan, kesehatan, dan lainnya sehingga dapat berperan aktif dalam memecahkan masalah-masalah tersebut.
Literasi juga berperan dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya serta identitas suatu bangsa.
Dengan literasi, masyarakat dapat melestarikan, menyimpan dan meneruskan pengetahuan, cerita, dan tradisi mereka melalui tulisan, membentuk sebuah warisan budaya yang kaya dan beragam. Hal ini dapat membantu dalam membangun rasa bangga dan identitas kolektif masyarakat, serta memperkuat ikatan antar generasi.
“Literasi adalah jembatan dari kesengsaraan menuju harapan. Ini adalah alat untuk kehidupan sehari-hari dalam masyarakat modern. Pembangunan ini merupakan benteng melawan kemiskinan, dan merupakan landasan pembangunan, serta merupakan pelengkap penting bagi investasi di bidang jalan, bendungan, klinik, dan pabrik. Literasi merupakan platform demokratisasi dan wahana promosi identitas budaya dan nasional. Khusus untuk anak perempuan dan perempuan, merupakan agen kesehatan dan gizi keluarga. Bagi semua orang, di mana pun, literasi, bersama dengan pendidikan secara umum, merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Literasi, pada akhirnya, adalah jalan menuju kemajuan umat manusia dan sarana yang melaluinya setiap pria, wanita, dan anak-anak dapat mewujudkan seluruh potensi dirinya.” (Kofi Annan, mantan sekertaris jenderal Perserikatan bangsa-bangsa ke-7)
Dengan adanya pemahaman dan penerapan literasi yang baik, tentunya bangsa Indonesia dapat maju secara signifikan.
Dengan demikian menjadi jelas, bahwa literasi memiliki peran yang sangat penting, dalam upaya untuk memajukan bangsa Indonesia yang kita cintai.
Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi di setiap tingkat, mulai dari pendidikan formal, pelatihan keterampilan, hingga promosi literasi di masyarakat. Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta dapat bekerja sama untuk menciptakan program-program literasi yang efektif dan berkelanjutan.
Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah meningkatkan akses terhadap bahan bacaan dan sumber daya pembelajaran di daerah-daerah, termasuk perpustakaan, buku-buku pelajaran, baik digital atau non digital, dan fasilitas komunitas literasi itu sendiri.
Selain itu, pendekatan kreatif dan inovatif, seperti penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan, juga dapat meningkatkan minat dan keterampilan literasi masyarakat. Pemberian pelatihan bagi pendidik dan tenaga kerja juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan literasi.
Sangat penting juga untuk melibatkan seluruh komponen bangsa seperti pemerintah, swasta, lembaga pendidikan dalam upaya peningkatan literasi, termasuk juga keluarga, tokoh masyarakat, dan pemuda.
Program-program literasi yang terintegrasi dengan kegiatan budaya, olahraga, dan seni juga dapat membantu meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi-literasi lainnya.
Invitation: Mari berliterasi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing dalam upaya berperan aktif untuk kemajuan bangsa.
Heri Suheri, Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum S1 Universitas Terbuka, UPBJJ-UT Pangkalpinang
