Pengaruh Pola Asuh Orangtua terhadap Perkembangan Karakter Anak Nelayan
Kondisi pola asuh dalam keluarga nelayan di Indonesia, memiliki karakteristik yang unik dan seringkali penuh tantangan. Kehidupan nelayan yang keras dan tidak menentu, ditambah dengan tekanan ekonomi yang berat, berpengaruh signifikan terhadap cara orangtua mendidik dan membesarkan anak-anak mereka.
Pola asuh dalam keluarga nelayan cenderung dipengaruhi oleh kondisi kerja yang menuntut, di mana orangtua seringkali harus bekerja dari dini hari hingga larut malam, sehingga waktu interaksi dengan anak menjadi sangat terbatas (Halimah et al., 2017).
Di sisi lain, keluarga nelayan rata-rata orang tua masih memiliki tingkat Pendidikan yang rendah, sumber daya pendidikan juga mempengaruhi metode dan pendekatan yang digunakan orangtua dalam mengasuh anak dan keterbatasan akses terhadap informasi karena minimnya akses jaringan.
Selain itu, nilai-nilai budaya setempat yang diwariskan secara turun-temurun turut membentuk pola asuh yang diterapkan, yang mungkin tidak selalu sesuai dengan prinsip-prinsip pengasuhan modern yang mendorong perkembangan pembentukan karakter anak yang positif.
Pola asuh yang diterapkan dalam keluarga nelayan seringkali lebih menekankan pada aspek pemenuhan kebutuhan dasar dan kedisiplinan, dengan kurangnya perhatian terhadap pengembangan emosional dan intelektual anak (Marlin & Rusdarti, 2016).
Selain itu Pekerjaan orang tua sebagai nelayan sering kali membutuhkan waktu yang tidak teratur dan bekerja di bawah kondisi yang keras. Orang tua yang bekerja sebagai nelayan mungkin memiliki keterbatasan waktu bersama anak-anak mereka, yang dapat mempengaruhi kualitas interaksi dan pengasuhan.
Pengalaman hidup orang tua, termasuk cara mereka dibesarkan, mempengaruhi cara pola asuh mereka. Orang tua yang pernah mengalami pola asuh otoriter atau permisif cenderung meneruskan gaya pengasuhan yang sama kepada anak-anak mereka.
Baumrind dalam (Marlin & Rusdarti, 2016) mengemukakan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter cenderung menjadi patuh dan kompeten, tetapi mereka juga mungkin kurang bahagia, kurang mandiri, dan memiliki harga diri yang lebih rendah.
Maka dari itu Pola asuh anak merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi karakter dan kepribadian anak. Hal tersebut selaras dengan pendapat Ramlan (2022) yang menjelaskan keberhasilan keluarga dalam menanamkan kebajikan pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya.
Hal ini juga sejalan dengan pendapat (Wuryaningsih & Prasetyo, 2022) keberhasilan keluarga di dalam menerapkan nilai-nilai karakter pada anak, sangat bergantung pada jenis dan model pola asuh yang diterapkan kedua orang tua. Apabila terdapat pola asuh yang kurang tepat dapat berdampak pada perkembangan karakter anak, termasuk dalam aspek kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan sosial mereka.
Dengan demikian, penting untuk memahami lebih dalam bagaimana kondisi pola asuh dalam keluarga nelayan mempengaruhi perkembangan karakter anak, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mendukung perbaikan kualitas pengasuhan di lingkungan ini.
