Ayah
tak hirau kulitmu legam terbakar matahari
tangan kasar memaku bumi
atau letih cari sesuap nasi
di remang pagi hingga rembang petang
sekali waktu, pernah kutatap dalam tidurmu
gurat lelah tergambar di wajah mulai kerut
beban hidup telah membungkus tubuhmu
ringkih dimakan usia
tak ada keluh hanya lenguh tertahan
seperti pohon tua berdiri kokoh di tepi hutan
walau pikul derita dan mencambuk sakit
tetap saja bahumu seteguh karang.
Makassar,14 September 2024
Halaman
1 2
