Selain itu, Potensi ratusan pulau-pulau kecil yang dimiliki Babel tentunya menjadi peluang baru pengembangan potensi laut di dalamnya. Aspek keberlanjutan dan daya saing potensi laut ini yang merupakan “Pekerjaan Rumah” bersama seluruh stakeholder.

Misalnya, budidaya ikan laut, rumput laut, teripang, siput gonggong dan lain sebagainya yang perlu diperhatikan keberlanjutannya. Dari sini, akan muncul ekonomi baru yang memiliki daya saing dan salah satu cara mengurangi ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap sumber daya alam timah.

Selain aspek sumber daya, tentunya infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan pergudangan menjadi perhatian penting juga bagi pemerintah. Bukanlah keniscayaan kita memiliki pelabuhan internasional dan pergudangan nasional.

Dalam hal ini, perlu dipikirkan pemerintah provinsi Bangka Belitung khususnya bagaimana membawa agenda besar ini untuk masuk dalam satu prioritas besar pembangunan nasional. Kesiapan data dan aspek akademik melalui kajian atau riset ilmiah secara holistik tentunya menjadi dukungan usulan tersebut. Wilayah strategis kepulauan Babel merupakan aspek besar pengembangan maritim yang strategis di Indonesia.

Baca Juga  Temukan Produk Rusak dan Tanpa Label, BPOM Berikan Teguran ke Pengelola Transmart Pangkalpinang

Artinya, keberadaan pelabuhan internasional tentunya menjadi agenda besar antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat khususnya menyangkut aspek pendanaan yang mana tidak tertutupi dengan APBD kita. Secara simultan, juga menimbulkan efek pembangunan pergudangan nasional.

Pada tahap awal ini, pembangunan pergudangan nasional dapat melalui pengembangan skema dana APBN.  Efek secara internal daerah keberadaan pelabuhan internasional ini dapat menjadi konektivitas pelabuhan yang ada sekarang di Babel. Sehingga jalur distribusi barang terjalin dengan baik dan efek yang lain timbul dapat memberikan stimulus pelaku usaha daerah dalam hal bentuk kreativitas dan inovasi para UMKM karena adanya kemudahan jalur distribusi barang ke daerah lain maupun luar negeri.

Baca Juga  Mengatur Keuangan di Era Modern: Antara Kebutuhan dan Keinginan

Alternatif pembangunan pelabuhan internasional dan pergudangan nasional dibangun di Bangka Belitung salah satu alasan utamanya, Babel juga bukan daerah rawan bencana seperti gempa bumi. Artinya dari aspek keamanan logistik barang dapat menjadi alternatif jika terjadi kondisi bencana terjadi di pelabuhan dan pergudangan yang ada di propinsi lain, seperti di kepulauan Riau dan propinsi lainnya. Pergudangan nasional di Bangka Belitung juga dapat menjadi sentral logistik untuk propinsi terdekat seperti: Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi dan Lampung.

Untuk itu, kajian secara holistik dari lintas disiplin ilmu diperlukan untuk pendalaman dari aspek potensi dan infrastruktur kelautan. Sehingga hasil kajian ilmiah tersebut dapat menjadi dasar pengembangan blue ekonomi Kepulauan Babel.

Baca Juga  Serahkan Sertifikat Tanah ke Masyarakat, Pj Gubernur Babel Ingatkan Agar Tidak Dijaminkan Ke Bank

Penulis merupakan dosen dan peneliti di Universitas Bangka Belitung