Bujoi, Pemimpin Sejati dari Bangka
Di bidang olahraga yang paling digemarinya sebagai anak desa, sepak bola misalnya bukan sekali dua kali ia turun tangan memimpin PS Bangka. Dalam sebuah turnamen antardaerah di Sungailiat ia pernah langsung menangani tim PS Bangka dengan menjadi manajer.
Dalam lain kesempatan ia sering pula memimpin rombongan pejabat berolah raga. Mulai dari main futsal, jalan santai ataupun bersepeda.
Urusan keagamaan adalah salah satu bidang yang memang ditekuninya sejak lama. Ketika masih sekolah dan menjadi mahasiswa Tarmizi muda telah bertugas sebagai muazin dan marbot di masjid di mana ia menetap di kota Jogjakarta.
Karenanya tak mengherankan bila sewaktu menjadi sekda dan bupati ia sangat perhatian dengan pengelolaan Masjid Agung Sungailiat. Ia pulalah salah seorang yang mendorong manajemen Masjid Agung untuk dikelola langsung pendanaannya oleh pemerintah daerah. Maka jadilah Yayasan Masjid Agung menyerahkan kepemilikan asset-asetnya kepada pemerintah daerah.
Dengan demikian setidaknya persoalan pendanaan masjid sudah tak terlalu memusingkan para pengurusnya lagi. Barangkali dengan itu pula belakangan Masjid Agung Sungailiat dinobatkan sebagai masjid percontohan nasional setelah meraih juara pertama pada Anugerah Masjid Percontohan Nasional (AMPeRa) tahun 2024.
Pada kesempatan itu Masjid Agung Sungailiat menerima piagam penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp25 juta dari Kementerian Agama RI, dan mendapatkan bonus. Salah seorang pengurus Masjid Agung Sungailiat, Ustaz Saiful Zohri misalnya menyatakan kekagumannya pada Tarmizi.
“Kami terkadang merasa bangga juga karena terkadang Pak Tarmizi mengumandangkan azan walaupun pada saat itu ia sudah menjabat sebagai sekda atau malah bupati,” ujarnya Ketika menyampaikan sambutan menghantarkan jenazah Tarmizi di Masjid Agung.
Di dekat rumahnya, Tarmizi dan para tetangganya juga membangun sebuah masjid yang cukup megah. Masjid Jabal Nur namanya. Jarak masjid ini hanya sekitar 75 meter dari rumah Tarmizi.
Di masjid ini pula Tarmizi belakangan banyak menghabiskan waktunya. Terkadang ia menjadi imam bahkan tak jarang ia pun melantunkan suaranya untuk azan salat lima waktu.
Bujoi juga berkiprah sebagai pengurus di dalam upaya pengembangan Islamic Centre Sungailiat yang membawahkan pesentren Bahrul Ulum. Islamic Centre ini di pertengahan 2024 menjadi tempat penyelenggaraan Ijtima Ulama Se Indonesia yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Menurut Ketua Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat H Syaiful Zohri, Tarmizi suatu ketika datang ke lokasi Islamic Centre dengan membawa bibit buah-buahan yang kemmudian ditanamnya sendiri di pekarangan pesantren.
Bukan hanya soal olahraga, di kesenian Tarmizi pun mencoba peruntungannya. Ketika masih menjabat ia beberapa kali terlibat baik dalam penyelenggaraan acara baca puisi maupun menciptakan puisi. Walaupun sibuk dengan pekerjaannya sehari-hari Tarmizi masih sempat meluangkan waktu menciptakan dan membaca puisi di RRI Sungailiat.
Acara puisi itu digawangi oleh seorang reporter RRI Sungailiat dan juga penulis, Rustian Al Ansori. Biasanya Rustian didampingi wartawan yang juga seniman, Thomas Heru Sudrajat.
Sewaktu masih menjadi sekda ia sangat aktif memberikan informasi dan menjawab dan menjelaskan berbagai persoalan dan pertanyaan masyarakat yang ditujukan kepada pemerintah daerah.
Hampir setiap hari suaranya terdengar di acara RRI Sungailiat yang diberi judul Agenda dan Informasi.
Kini, ia telah pergi. Tapi kenangan dan teladannya tetap tinggal. Dan bagi kami, yang pernah bersama-sama dengannya di awal perjalanan, kehilangan ini terasa lebih dalam.
Selamat jalan, Bujoi. Bangka kehilangan salah satu putra terbaiknya. Salam takzim
Penulis merupakan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan dan Pemerhati Budaya Bangka Belitung.
