Taman Bacaan Masyarakat: Denyut Jantung Gerakan Literasi
Apalagi di zaman sekarang banyak menyalahgunakan penggunaan gadget. Gadget dapat memiliki dampak positif dan negatif. Artinya menggunakan gadget secara tepat akan membawa dampak positif begitupun sebaliknya.
Masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kebiasaan membaca. Dengan memiliki banyak TBM di setiap daerah dan fasilitas yang memadai, maka akan banyak pula masyarakat berbondong-bondong untuk meluangkan waktu untuk membaca.
Mengingat masyarakat setiap daerah memiliki aktivitas yang berbeda-beda dan masyarakat bisa mengatur agenda untuk datang ke TBM terdekatnya dalam mengisi kegiatan yang bermanfaat terutama di bidang literasi.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi akan membawa dampak yang positif. Misalnya ada peserta didik melihat orang tuanya sering membaca di TBM, mereka akan lebih terinspirasi untuk melakukan hal yang sama untuk meluangkan waktu membaca.
Karena tidak semua masyarakat memiliki koleksi buku bacaan di rumahnya bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki buku bacaan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kehadiran TBM yang semakin hari-semakin bertambah di daerah. Maka akan menumbuhkan minat baca yang efektif. Namun, ini semua perlu kerja sama dengan pihak terkait bahwa manfaat TBM bisa dikatakan sebagai ajang jemput bola seperti yang diutarakan di atas.
Bagi masyarakat yang sudah bisa membaca maupun belum bisa membaca. Kehadiran TBM sangat penting bukan untuk menyimpan buku saja. Tetapi, sebagai sarana untuk menumbuhkan literasi, serta membangun kebiasaan positif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga masyarakat bisa mengatur waktu antara membaca, bekerja, bermain, berinteraksi agar badan tetap sehat dan bugar.
TBM dapat menumbuhkan budaya membaca sejak dini tidak hanya bermanfaat untuk perkembangan masyarakat yang berbeda usia saja, tetapi bisa menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri.
Mari kita datang ke TBM terdekat untuk memanfaatkan waktu luang agar pembaca berkembang menjadi individu yang lebih cerdas, kreatif, dan berkualitas bahkan menjadi penulis yang hebat. Karena, pepatah mengatakan, “banyak baca banyak tahu.” Artinya dengan membaca, siapapun dapat menambah wawasan dan pengetahuan sehingga menghasilkan masyarakat yang cerdas.
Bahkan melalui literasi nanti bisa melahirkan penulis-penulis hebat di setiap daerahnya. Seperti yang diutarakan melalui kutipan tulisan orang hebat,” orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramoedya Ananta Toer).
Penulis merupakan pendidik di SMP Negeri 5 Payung.
