2. Beriman dan bertaqwa secara totalitas

Kita harus benar dalam berima dan bertaqwa alias tidak setengah-setengah atau pake persen-persenan (kan ada tuh cerita muslim 10%, sisanya abang-abangan alias gak tau ajaran apa yang dipake). Di poin kedua ini kita harus lebih detil dan perhatian.

Muslim tidak hanya salat, zakat, puasa, haji, umroh tapi juga mesti disempurnakan dengan menghadirkan nilai-nilai keislaman yang melekat dengan iman seperti jujur, peduli, cinta kebersihan, disiplin, adil, rendah hati, tolong menolong, rajin, tanggung jawab, dermawan, toleransi, sabar, mandiri, kuat, pemaaf, kasih sayang, menjaga alam, optimis, bijak, mandiri, humoris, ramah, setia, ceria dan masih banyak lagi yang lain.

Akan lebih baik jika semua karakter itu kita miliki. Nah sekarang kita bermain imajinasi sejenak karena untuk merealisasikannya agak dramatis prosesnya.

Baca Juga  Tua Itu Pencapaian

– Jika para santri selain menghafal Qur’an juga berkasih sayang, jujur dan cinta kebersihan, gak ada lagi tuh yang namanya bullying, ghosob dan masjid kotor atau kabupatennya kotor, cukup kerahkan santri beres semuanya.

– Jika bupatinya selain menunaikan zakat juga peduli, bijak dan menerapkan zakat, wah gak ada lagi rakyat miskin dan daerahnya makmur. Selanjutnya tinggal bikin aturan juga untuk menutup tempat-tempat judi, ribawi, tempat zina. Satu masalah selesai, peluang berbuat negatif dinihilkan.

– Jika pemegang kebijakan di dunia pendidikan selain menuntut ilmu agama juga bijak dan peduli, tinggal keluarkan aturan pendidikan salat dan menjauhi pacaran untuk para siswa. Dibanding hanya mengejar angka kredit guru atau membuat olimpiade dan lomba yang hanya mengedepankan prestise saja. Bahkan saat ini, justru para siswa rentan terkena ajaran yang tidak sesuai syariat di level sekolah seperti bercampur baur laki dan perempuan, tidak salat, tawuran dsb.

Baca Juga  Kejari Bangka Selatan dan Kampanye Melawan Korupsi

– Jika polisi selain menjaga salat juga tanggung jawab dan adil dalam menegakkan hukum, tidak ada lagi tuh yang berani mencuri, membunuh atau melukai kehormatan warga lainnya.

– Jika dokter selain menunaikan umroh juga ramah dan kasih sayang, mengedepankan pahala menolong orang, tidak ada lagi tuh pasien yang terlantar atau birokrasi yang lama dan bertele-tele, bukan tidak ada yang sakit ya karena sakit juga adalah ujian atau nikmat dari Allah.

Jika, jika dan masih banyak jika lainnya. Kita bayangkan andai saja semua elemen masyarakat beriman dan bertaqwa dengan benar, tunduk pada aturan Allah dan mengamalkan nilai-nilai keislaman secara menyeluruh, insyaallah janji Allah pada permulaan ayat Qur,an surat Al A’raf ayat 96 akan terwujud pada suatu negeri karena Allah la yukhliful mi’ad. Allah akan selalu menepati Janji-Nya selamanya. Itu pun kalo kita mau serius dalam Bertuhan.

Baca Juga  Isbat Nikah: Jalan Tengah bagi Pasangan Tak Tercatat

Namun untuk ke arah sana tantangannya ya pasti banyak. misalnya nanti ada yang menyuarakan, “tapi kan negara kita negara majemuk”, “tapi kan kita negara demokrasi bukan negara islam ” selesai diskusi.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ ۝١

Qur’an surat al a’raf: 199

Wallahu a’lam

Penulis merupakan pengajar Pondok Pesantren Qur’an CAHAYA, Bangka Selatan