Berikut ini bahaya kesehatan yang bisa muncul akibat cuaca panas.

  1. Dehidrasi

Dehidrasi adalah suatu kondisi ketika jumlah cairan yang keluar tubuh lebih banyak daripada cairan yang masuk ke tubuh. Cuaca panas dan kelembaban yang tinggi meningkatkan penguapan cairan tubuh melalui keringat dan menghambat pendinginan tubuh.

Bila tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, dapat menyebabkan munculnya gejala dehidrasi seperti mukosa mulut kering, penurunan frekuensi BAK, kulit kering, pusing, peningkatan laju denyut jantung dan nafas, bahkan gangguan fungsi organ pada dehidrasi berat.

  1. Heat Stress (Stres Panas)

Kombinasi suhu dan kelembaban udara yang tinggi membuat tubuh sulit mendinginkan diri melalui keringat, sehingga meningkatkan indeks panas dan menimbulkan gejala seperti kram panas, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang dapat mengakibatkan kematian.

Baca Juga  Strategi Optimalisasi PAD Bangka Selatan Menuju Kemandirian Fiskal

Menurut penelitian Zao et al (2021), antara tahun 2000–2019 terdapat sekitar 489.000 kematian terkait panas terjadi setiap tahun di seluruh global, dengan 45% di antaranya di Asia dan 36% di Eropa.

  1. Gangguan Kulit

Paparan sinar matahari intens di musim kemarau dan keringat berlebih dapat memicu iritasi kulit, ruam panas (miliaria), infeksi kulit, maupun sunburn. Paparan sinar ultraviolet (baik UVA maupun UVB) jangka panjang dapat merusak struktur DNA pada sel kulit, memicu mutasi yang dapat berkembang menjadi tumor ganas/kanker, seperti Melanoma dan Karsinoma sel basal.

  1. Gangguan Pernapasan

Udara panas meningkatkan penyebaran partikel debu dan paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu penyakit asma, rhinitis alergi, bronkitis, maupun infeksi saluran pernapasan.

  1. Gangguan Mental dan Perilaku
Baca Juga  Penerapan Asas Audi et Alteram Partem dalam Pemeriksaan Perkara Perdata

Cuaca panas ekstrem dapat memengaruhi suasana hati dan konsentrasi, sehingga rawan menghambat pengambilan keputusan, memicu kesulitan berkonsentrasi, menurunkan produktivitas kerja, mengganggu pola tidur, bahkan memperburuk kondisi kesehatan mental, seperti cemas, depresi, dan gangguan bipolar.

Menimbang bahaya kesehatan yang ditimbulkan, terdapat beberapa pencegahan dari paparan cuaca panas menurut rekomendasi WHO, yakni:

  • Hindari aktivitas berat saat siang hari. Tetap berada di tempat yang teduh saat jam terpanas (11.00-15.00).
  • Jaga rumah tetap sejuk. Gunakan kipas angin listrik hanya saat suhu <40˚C. Jika menggunakan AC, atur termostat ke 27˚C agar membuat ruangan terasa 4˚C lebih sejuk.
  • Jaga tubuh tetap sejuk dan terhidrasi. Gunakan pakaian yang tipis dan longgar. Mandi/berendam dengan air dingin. Minum air putih secara teratur (1 gelas air per jam dan setidaknya 2–3 liter per hari).
  • Lindungi kelompok rentan. Pada bayi dan anak-anak, kenakan pakaian yang ringan dan longgar yang menutupi kulit mereka, dan gunakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari sinar matahari. Jangan pernah meninggalkan anak-anak di dalam mobil yang diparkir, karena suhu dapat naik dengan cepat dan menjadi berbahaya.
  • Bila muncul gejala seperti pusing, mual, lemas, sesak nafas, atau penurunan kesadaran, segera minta bantuan medis ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga  Peran Bahasa dalam Meningkatkan Branding Bisnis Digital