Oleh: Pak Mo – Penulis yang menetap di Sungailiat, Kabupaten Bangka

Lagu Oemar Bakri yang direlease oleh penyanyi kontroversial, Iwan Fals sekitar tahun 1981 yang menjadi popular bahkan sampai hari ini.

Lagu ini bercerita tentang sosok seorang guru Oemar Bakrie tentang pengabdiannya sebagai seorang guru yang tidak mengenal batas, bahkan dalam kondisi yang sulit. Lagu ini juga mengingatkan kita betapa pentingnya peran guru dalam membentuk generasi penerus bangsa.

Dalam sejarah peradaban manusia bahwa ilmu pengetahuan memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah negara. Maju tidaknya sebuah negara sangat bergantung kepada sumber daya manusianya yang tentunya memiliki kemampuan intlektual yang mumpuni dalam upaya mengejewantakan cita-cita luhur dari kemerdekaan sebuah bangsa.

Baca Juga  Tiga Karakter Seorang Pemimpin

Adalah negara Jepang yang luluh lantah setelah dijatuhi bom Atom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, sehingga menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat apapun.

Namun apa yang bisa kita ambil pembelajaran dari pristiwa yang sangat bersejarah dalam perjalanan peradaban anak manusia atau sebuah bangsa seperti Jepang tersebut.

Yang paling menarik adalah bagaimana seorang Kaisar Hirohito, meskipun tidak memiliki kekuasaan politik, tetap menjadi simbol bagi bangsa Jepang.

Ia menunjukkan perhatian terhadap masa depan bangsanya dengan menanyakan berapa  jumlah guru yang tersisa setelah pemboman Hiroshima dan Nagasaki. Bukannya bertanya berapa jumlah prajurit atau tentara yang masih tersisa.

Ini sangat menarik sekali bila kita kaji lebih jauh, karena betapa pentingnya peranan “Guru” dalam mencerdaskan kehidupan suatu bangsa.

Baca Juga  Timah dan Potret Suram di Balik Melimpahnya Sumber Daya Alam

Sebuah bangsa lebih beradab jika dibangun dengan sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan kecerdasan. Bukan dengan seberapa banyak pasukan yang perlu disiapkan.

Walau dalam konteks mempertahankan kedaulatan sebuah negara kekuatan pasukan merupakan hal yang harus dipertimbagkan.