Pada musim buah-buahan di kelekak, para keluarga ini berbondong-bondong datang memetik buah bersama sanak saudara baik anak, cucu, cicit dan lainnya yang muaranya tercipta keluarga harmonis sekaligus merajut silaturrahmi memperkuat keutuhan keluarga.

Kelekak pula memiliki manfaat secara ekonomi, ketika musim buah-buahan tiba, hasil dari kelekak bisa menjadi sumber pendapatan utama bagi pewaris kelekak.

Tanaman buah yang menghasilkan lebih dari satu jenis tersebut, seperti durian, duku, rambutan, cempedak maupun buah lainnya bergantian berbuah.

Beragam buah yang dipetik ini bisa dijual dengan harga jual bervariasi, sehingga hasil jualan bisa menjadi tabungan masa depan untuk persiapan masa senjang menuju musim buah berikutnya.

Kearifan Lokal
Kehadiran kelekak yang kita nikmati sampai kini merupakan konsep sederhana dari peninggalan orang tua kita yang harus dilestarikan dari generasi antar generasi.

Tanpa disadari ternyata kehadiran kelekak telah memberikan edukasi pendidikan lingkungan bagi generasi muda kita. Tugas generasi saat ini adalah menjaga kelestarian kelekak dari segala bentuk ancaman agar terawat secara tradisional.

Baca Juga  Inovasi Hijau Mahasiswa UBB: Teknologi Tepat Guna Dorong Pertanian Efisien dan Ramah Lingkungan

Bagi yang masih punya kelekak diharapkan tidak menggarap tempat itu menjadi kawasan pemukiman atau pengelolaan lain yang dikhawatirkan rawan alih fungsi.

Beberapa kelekak ternyata bisa dikelola menjadi ekowisata yang memperoleh nilai ekonomis. Selain menghasilkan buah-buahan, kelekak juga menghasilkan madu dan jamur. Untuk diketahui harga madu saat ini sangat menggiurkan lantaran manfaat banyak bagi kesehatan. Begitu pula jamur, harganya dari ratusan sampai jutaan bila dikelola secara profesional bisa mendatangkan kematangan ekonomi bagi warga setempat.

Selain manfaat ekologi, sosial dan ekonomi, ternyata kelekak mengandung nilai-nilai agama karena kelekak merupakan anugerah yang diberikan tuhan kepada manusia yang keberadaanya harus dijaga dan dipelihara.

Bila disandingkan dengan adat istiadat menganggung, kelekak sangat berkaitan lantaran buah-buahan atau hasil dari kelekak itu bisa dijadikan buah tangan yang dimasukkan dalam dulang untuk dibawa ke masjid, kemudian makan secara berjamaah. Tentu ada semangat kebersamaan dan budaya sedekah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada yang kuasa.

Baca Juga  Mengapa Gen Z Sangat Peduli dengan Self-Care?

Tantangan ke Depan

Tantangan kedepan atas kehadiran kelekak tersebut tentunya dikhawatirkan terjadinya alih fungsi lahan tambang, kepentingan ekonomi termasuk minimnya peran generasi muda dalam merawat keberadaan kelekak sebagai kearifan lokal.

Tak hanya itu, kebijakan pemerintah yang belum konsisten dalam memberikan perlindungan terhadap kelekak sangat mempengaruhi sebagai warisan budaya kearifan lokal.

Tapi jangan berkecil hati, karena masih ada upaya untuk menyelamatkan kelekak sebagai warisan anak cucu kita dengan cara menjadikan kelekak sebagai ekowisata, tempat edukasi dan penelitian.

Aktivitas yang positif ini setidaknya bisa mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat, puncaknya menumbuhkan rasa minat dan motivasi untuk memiliki keberadaan kelekak.

Begitu pula penguatan komunitas yang ditugaskan untuk menyemarakkan kelekak sebagai tempat strategis yang dikelola secara arif dan bijaksana agar menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga  Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan: Jangan Biarkan Sekolah Jadi Tempat yang Tak Lagi Aman

Kelekak yang dianggap sebagai sumber daya alam ini sangat memberikan dampak positif bagi alam maupun manusia karena kelekak bukan sekedar sebagai tempat paru-paru desa, namun kelekak pula bisa menjadi tumpuan untuk ketahanan pangan berkelanjutan melalui sistem agroforestri tradisional yang menjaga keseimbangan alam, menyediakan ketahanan pangan dan sumber ekonomi, sehingga harus dijaga kelestariannya bagi generasi warisan anak cucu.

Berhubungan dengan ciri low input dalam pertanian berkelanjutan kiranya kelekak berfungsi untuk adaftasi dan mitigasi perubahan iklim yang sangat berdampak terhadap ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat lokal.

Sebagai konsep pertanian berkelanjutan, kelekak diharapkan dapat mencapai stabilitas pangan yang berkelanjutan, memenuhi kebutuhan pangan dan serat manusia dan melindungi kapasitas produksi pangan di masa depan. (Marta, et al., 2024). (*).