Gilang Virginawan: DPRD Babel Mandul Kebijakan akibat Onani Politik
Gilang Virginawan: DPRD Babel Mandul Kebijakan akibat Onani Politik
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — “Onani Politik”, istilah ini kami gunakan untuk menggambarkan perilaku politik dari DPRD Babel yang tidak produktif dan tindakan yang tidak memiliki dampak nyata atau tidak membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Beberapa contoh perilaku “Onani Politik” yang diduga dilakukan oleh DPRD Babel:
1. Membuat pernyataan politik yang provokatif dan tanpa tindakan nyata.
2. Melakukan manuver politik untuk diduga kepentingan pribadi atau kelompok
3. Mengabaikan kepentingan masyarakat luas diduga demi kepentingan pribadi atau kelompok
Demikian dikatakan Gilang Virginawan sebagai pelaku usaha jasa pertambangan.
Menurutnya, menurut Gilang, pernyataannya di atas, tentu didasarkan pada histori dari apa yang dipertontonkan para anggota DPRD Babel.
“Seringkali beberapa anggota DPRD Babel berstatemen yang provokatif dan terkesan ngaur serta jauh dari hal yang bersifat informatif dan edukatif,” ujarnya.
Mestinya para wakil rakyat ini hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi sebagai bentuk tanggung jawab moral, di luar dari fungsi konstitusional nya sebagai anggota legislatif (pengawasan, penganggaran dan legislasi)
“Dua pekan terakhir di setiap pelosok desa, warung kopi, ruang-ruang diskusi dan organisasi tidak luput dari perbincangan tentang ancaman nyata terhadap kondisi perekonomian Babel, khususnya pada wilayah industri pertambangan,” imbuhnya.
Lucunya, lagi-lagi DPRD Babel seakan menari di atas panggung penderitaan rakyat yang sebetulnya adalah wujud dari kegagalan mereka sendiri karena “Mandul Kebijakan”. Bertindak bak pahlawan, ingin hadir untuk melahirkan solusi di tengah rintihan rakyat penambang.
Masyarakat jangan tertipu dan mudah percaya, DPRD Babel hanya lah kumpulan orang-orang yang ingin melanggengkan kekuasaan. Terlalu naif jika DPRD Babel hari ini ingin membantu penambang yang tidak memiliki legalitas.
