Biarkan godaan dan rayuan mendatangi
Peluk erat sembari menggerayangi
Sesungguhnua memang itu yang dinanti
Tak peduli seberapa memberi arti

Kekuatan nada berjubah intonasi telah bersekutu
Bersekutu dengan syair bersenjatakan makna
Kemasan indah sastra yang bermutu
Inilah sejatinya fatamorgana

Sebut saja Bunga
Rayuannya menebar candu
Siap membuat mata terpejam mulut menganga
Menjauh darinya akan menjadi rindu

Ini retorika dalam sastra yang telah lama lahir
Pesan tersaji dalam setiap penggalan dan bait syair
Setiap huruf berdiri berbaris membawa senjata
Sungguh, ini seni merangkai kata

hendraone habang

Baca Juga  Surat dari Surga: Aroma Kopi dan Janji di Balik Kota Kayu