Polarisasi Literasi
Karena kecintaannya pada dirinya secara berlebihan yang berupa pantulan wajahnya sendiri, tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya ke kolam, sehingga ia tenggelam ke dalamnya kemudian tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.
(Dalam Saidah, Afidatur Rohmah : Narsisme dan Implikasinya Terhadap Gangguan Kepribadian Narsistik Perspektif Al Qur’an, QOF: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, Volume 5, Number 2, 2021 p-ISSN 2598-5817; e-ISSN 2614-4875; 154-177).
Ingat, banyak nyamuk mati karena tepuk tangan. Tidak berlebihan, jika quote tersebut diketengahkan pada setiap perhelatan keriuhan indahnya karya-karya, baik konvensional maupun elektronik. Setidaknya batasan-batasan sosial kultural serta semangat persaudaraan antar pegiat segementasi karya tetap menjadi salah satu pilar pembudayaan minat terhadap karya tersebut di suatu daerah/wilayah.
Lebih baik menerobos derasnya hujan daripada berlindung di tempat yang salah. Mungkin menjadi quote yang cenderung menuai sedikit pertentangan pandangan. Naungan terkadang menjadi benteng atau bahkan lebih dari sekadar demikian, yakni sebagai ikatan simbiosis mutualisme, di mana benefit merupakan fokus utama. Namun, tidak sedikit yang menganut makna pada quote di atas. Integritas menjadi tumpuan meskipun risiko yang dihadapi tak seperti dibayangkan.
Sesungguhnya dengan memperkaya diri dengan referensi-referensi yang relevan serta representatif setidaknya dapat menghadapi kompleksitas ragam fenomena bias otoritas. Mengapa demikian? Karena prinsip simbiosis mutualisme dapat menelurkan serta menumbuhkembangbiakkan komoditi bias otoritas dan narsistik.
Jangan mudah dijatuhkan orang lain. Ingat, orang tuamu susah payah mengajarimu berdiri. Quote sederhana ini seolah tidak relevan antara aktivitas fisik dengan aktivitas psikososial. Secara makna, benar demikian sebagai motivasi di saat tendensius pandangan seolah mengisyaratkan kita sebagai “anak bawang” dalam suatu perkara, komunitas, atau organisasi.
Demikian pula dalam publikasi suatu karya, baik secara laten maupun vulgar ada pada titik tertentu menjadi celah bagi kita dipaksa untuk jatuh dan menyerah. Bahkan terjebak dalam kondisi dilematis adalah suatu hal yang biasa terjadi. Sebagian dari mereka menunggumu menyerah, dan sebagiannya lagi menunggumu terjatuh, maka buatlah mereka menunggu selamanya.
Kau berhak untuk lelah, namun tidak untuk berhenti. Quote ini juga seakan memberikan energi baru di saat kelelahan menerpa kita baik di awal perjalanan maupun di tengah perjalanan, bahkan tak sedikit pula kelelahan juga terus menjamah hingga penghujung perjalanan. Hal lumrah yang tak mungkin dapat dipungkiri maupun dielakkan. Teruslah berkarya, ambil saja hak lelahnya sesuai takaran, namun tetap fokus pada target dan sasaran di ujung perjalanan tanpa batas ini yang tidak menginginkan kita berhenti berkarya.
Tentunya masih sangat banyak quotes lain yang mencerahkan serta membakar semangat untuk terus berkarya.
