Guru Hari Ini
Guru Hari Ini
Oleh: Lini Karlina, S.Pd — Pengajar di Pondok Pesantren Qur’an CAHAYA
Guru adalah teladan, pembimbing dan motivator yang menerapkan konsep “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. (Ki Hajar Dewantara), dalam konsep yang dimaksudkan ini sungguh sangat jelas seorang guru berperan seperti apa di sekolah, ketika di depan ia akan menjadi contoh (Ing Ngarsa Suang Tuladha), menjadi motivator ketika berada di tengah (Ing Madya Mangun Karsa) dan menjadi pendorong ketika dibelakang (Tut Wuri Handayani).
Tugas guru tidak hanya memberi ilmu pengetahuan akan tetapi juga mendidik agar siswa mampu mencari dan mengaplikasikan apa yang dia ketahui untuk kebaikkan banyak orang.
Salah satu bait lagu berbunyi “Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa”, bait lagu ini kembali mengingatkan para guru bahwa mereka mendidik siswa tanpa tanda jasa. Begitu besar pengaruh dan peran para guru dalam mencerdaskan anak bangsa hingga sampai hari ini.
Banyak sekali pro-kontra terkait dunia pendidikan yang menjadi medan perang para guru dan siswa sampai pada hari ini. Berdasarkan apa yang tersaji di media sosial dan berita-berita di media masa tentang yang terjadi pada dunia pendidikan menjadi bukti bahwa yang menjadi pejuang dan pahlawan bukan hanya guru saja, tapi para siswa juga berjuang di medan peperangan ini.
Dunia pendidikan pada masa dulu yang pernah penulis alami adalah dunia pendidikan yang sangat menantang dimana masih ada Ujian Nasional (UN) yang menjadi penentu kelulusan para siswa dan masih ada sebagian guru yang mendidik dengan “sentuhan” menggunakan tangan serta penggaris jika kami melanggar aturan.
Sungguh aneh ketika itu kami merasa semuanya adalah salah satu cara dari guru kami menyayangi dalam mendidik kami, karena berkat didikan dari mereka kami menjadi guru dan orang-orang sukses yang tidak pernah menyesali masa sekolah kami.
Pendidikan guru dulu sungguh berbeda jauh dibandingkan sekarang, selain dari segi majunya teknologi yang semakin mempermudah dan sangat membantu dalam proses belajar. Akan tetapi kemajuan itu juga menjadi tantangan yang juga memberi efek yang negatif.
Dulu guru memiliki kewenangan sepenuhnya dalam mendidik siswa tanpa ada intervensi dari pihak manapun, mereka bisa mendidik dengan senang hati tanpa adanya rasa was-was. Tanpa perlu takut dipidana ketika dalam mendidik memberikan nasihat maupun sentuhan yang masih sewajarnya.
Guru tanpa tanda jasa menjadi suatu ungkapan yang sangat mneyedihkan, mendidik siswa dengan banyak sekali tantangan dan resiko yang harus diambil. Gelar guru akan dibawa ke mana pun dan kapan pun yang membuat mereka jika tidak kuat akan merasa sangat kelelehan sekali, apalagi bagi guru-guru yang jauh di daerah pedalaman.
Mereka kadang dibayar sangat kecil dan tidak jarang juga dalam prosesnya terhambat dan dipangkas. Pada era sekarang mereka juga dihadapkan dengan banyaknya peraturan yang jika mereka salah langkah bisa membuat mereka dipenjara bahkan bisa kehilangan nyawa.
