Pilu, Usai Melahirkan Anak dari Ayah Tiri, Remaja 13 Tahun di Parittiga Kini Disetubuhi Pamannya
Pilu, Usai Melahirkan Anak dari Ayah Tiri, Remaja 13 Tahun di Parittiga Kini Disetubuhi Pamannya
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Kisah memilukan dialami oleh seorang anak asal Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar). Di usianya yang masih belia, 13 tahun 8 bulan di tahun 2025 ini, remaja tersebut telah dinodai oleh orang dewasa hingga melahirkan.
Kesuciannya itu dirampas paksa oleh mereka yang seharusnya memberikan perlindungan. Tidak cukup sampai di situ, pasca menjadi seorang ibu muda akibat ulah ayah tirinya, giliran paman korban yang berulah. Tiga kali korban terpaksa memenuhi hasrat si paman.
Puncaknya pada Selasa (23/12/2025) kemarin. Saat itu, korban berinisial D sedang berada di rumah dengan sang paman, K (41). Tiba-tiba ia dihampiri K dan memaksa korban untuk kembali berhubungan badan. Kala itu, nenek korban sedang tidak berada di rumah.
“Kasus ini terungkap setelah kejadian yang ketiga kali dialami korban pada 23 Desember 2025. Korban merekam diam-diam dengan kamera ponselnya saat sedang disetubuhi oleh pelaku,” ungkap KBO Satreskrim Polres Babar, Iptu Muhammad Harits Arlianto.
Seizin Kasatreskrim Polres Babar, AKP Fajar Riansyah Pratama, dia menyebut korban merekam tindakan itu sebagai bukti bahwa ia telah dinodai pelaku. Video lalu disampaikan korban kepada neneknya. Nenek yang mengetahui itu langsung murka kepada pelaku.
“Korban nekat merekam karena pada persetubuhan pertama dan kedua, itu belum terlintas di benaknya. Di mana kejadian pertama dan kedua itu pada rentang waktu tanggal 19 sampai 22 Desember 2025 kemarin di rumah si nenek dalam keadaan sepi,” ujarnya.
Pasca menerima cerita korban disertai bukti yang jelas, sang nenek kemudian berang terhadap pelaku. Pelaku yang mengetahui aksinya terbongkar lalu berusaha melarikan diri. Beruntung warga sekitar cepat mengamankan K dan diserahkan ke Mapolsek Jebus.
“Pelaku kami amankan pada tanggal 24 Desember 2025 kemarin. Pelaku ini baru tiga minggu terakhir tinggal di rumah itu bersama korban dan nenek. Modus operandinya diawali nafsu usai melihat bagian tubuh korban,” ujarnya pada Sabtu (27/12/2025) pagi.
