Segenggam Mimpi di Ujung Tahun
Sementara ada kata
bersentuhan terperangkap
Dalam bahasa rintik hujan
Pelan membasahi jiwa
Menggigil kedinginan dalam sunyi
Menatap bergesernya tahun
Yang menyudahi mimpi
Dari genggaman tanganku
Berjatuhan disela sela jari jari
Tersisa sepenggal kata kangen
Menutup catatan buku harian
Tahun 2025.
Maaf kau tetap adikku
Yang cantiek, cerdas, ngeselin
Nyebelin dan ngangeni.
Bandung akhir Desember 2025, di senyapnya jalan Setia Budi
Halaman
1 2
