“Nanti malam kamu akan tahu apa yang telah terjadi lewat mimpi,” terang Tok Dusi.

Setelah menyalami Tok Dusi dan memberi kan sase atau asam garam sebagai tanda terima kasih kedua pasangan itu begegas pulang.

Tiba di rumah, kedunya mandi dan minum air pemberian Tok Dusi.

Benar perkataan pria tua itu, malam harinya Mang To bermimpi didatangi sekelompok perempuan cantik yang di pimpin sang putri. Mereka mengendarai kuda berwarna putih.

Namun jarak antara mang To dan mereka terbentang jurang yang dalam.

Dengan sedikit senyum sinis pemimpin pasukan perempuan mengibaskan tangan tanda berbalik kepada seluruh pasukan yang terlihat taat kepada sang pemimpin.

Baca Juga  Ke Mana Perginya Timah-timah Itu

Mang To terbangun tidur saat azan Subuh berkumandang. Subuh ini, celana dalamnya tidak basah seperti hari hari sebelumnya.

“Itulah apa yang kamu alami semalam dalam mimpi adalah putri penunggu Kulong Bakung beserta pengikutnya. Mereka akan melakukan hubungan suami istri denganmu. Sebab kamu adalah salah satu laki laki pilihan sang putri untuk dijadikan pelampiasan nafsu birahinya. Namun Atok sudah Pagari kamu dan istri agar mereka tidak bisa mendekat,” jelas Tok Dusi saat bertemu Mang To.

Mang To bercerita awal mula terjadinya hal itu ketika terjadi kecelakaan tepat di depan kolong Bakung. Motor yang dikendarainya hampir saja masuk ke jurang Kolong Bakung.

Baca Juga  Babi Petare

Mang To dalam keadaan tak sadar sudah berada di rumah sakit kala itu dibawa oleh warga yang melihat kejadian tersebut.

Konon, di kolong Bakung dipegang oleh seorang putri dengan pasukan perempuan. “Jadi siapa pun lelaki yang menjadi pilihan mereka akan mengalami hal yang sama seperti yang kamu alami,” tukas Tok Dusi.

Kehidupan alam gaib dan nyata hanya terbatas tirai tipis yang tak semua orang bisa menembus pandangannya. Tetap waspada dan ingatlah hanya Allah sebagai penolong hamba-Nya.

“Tetap lah berzikir dan bersalawat meminta perlindungan dan mulakan doa saat keluar rumah,” sambung Tok Dusi mengakhiri obrolan singkat siang itu.