Namun kadang hidup begitu aneh
Yang terlihat hanya satu kesalahan
sementara seribu kebaikan yang pernah ada
menghilang begitu saja
Lalu tibalah suatu hari ketika kata-kata menjadi lebih tajam daripada pisau
Kalimat-kalimat yang keluar saat marah
ternyata mampu tinggal jauh lebih lama
daripada amarah itu sendiri
Karena luka akibat benda akan sembuh oleh waktu
tetapi luka akibat perkataan
sering kali menetap sebagai kenangan

Maka seseorang memilih pergi
Bukan karena tidak mencintai tempat itu lagi
Justru karena terlalu mencintainya
hingga tak sanggup melihat kenangan berubah menjadi pertengkaran
Bukan karena ingin meninggalkan siapa-siapa
Tetapi karena ada saatnya bertahan
hanya akan membuat luka semakin dalam

Baca Juga  Satu Tahun di Pekan Sastra

Malam pertama setelah pergi selalu terasa berbeda
Tak ada yang benar-benar siap menjadi kuat
Sebab menjadi mandiri sering kali hanyalah nama lain
dari keadaan yang memaksa seseorang belajar bertahan sendirian
Belajar menyimpan rindu tanpa tujuan
Belajar menelan sedih tanpa suara
Belajar menerima bahwa tidak semua perjuangan
akan dimengerti oleh orang lain
Dan yang paling berat bukanlah memulai hidup dari nol
Yang paling berat adalah menyadari
bahwa tempat yang selama ini dianggap sebagai tujuan pulang
ternyata juga bisa menjadi alasan seseorang memilih pergi

Namun waktu akan terus berjalan
Rumah mungkin tetap berdiri di tempatnya
Hanya saja ada orang-orang yang suatu hari kembali menatapnya dari kejauhan
dengan mata yang penuh kenangan,
sambil bertanya dalam hati:
“Mengapa tempat yang paling dicintai
justru menjadi tempat yang paling menyakitkan untuk ditinggalkan?”

Baca Juga  Kisah di Ramadan

Sungailiat, 29 Mei 2026