Benarkah namamu itu? Caca, ataukah Rosa?
Meski ingatan tak pernah benar-benar hafal,
sebab waktu itu hanyalah zaman bertukar pesan singkat.
Tiada yang istimewa, kecuali senyum tipismu yang kerap hadir di persimpangan mimpi.
Di antara gejolak jiwa yang berbisik, aku selalu meniupkan doa pada rasa yang sama.

Namun, bertahun-tahun telah lewat,
dan mimpi itu mendadak kembali hadir.
Membayangi tidur, mengetuk sunyi.
Kini kau telah berhijab, bergigi kawat, dan berwajah gawat.
Senyum manis yang dulu,
kini seolah menyimpan dendam kesumat;
melumat habis seluruh kenangan yang pernah kita sandang bersama.

Ros… Apakah kita masih saling kenal?
Jawablah, sebelum malam benar-benar menutup kegelisahan alam ini.

Baca Juga  Rasa yang tercipta

Yogya, 02 Juni 2026 Di sunyinya Monumen Jogja Kembali