Oleh: Kaum Pecinta Damai

Di atas podium yang megah dan mengkilap,
Suaramu lantang, berapi-api menusuk atap.
Kau sebar janji bagai benih di musim hujan,
Tentang belasan juta kerja yang akan kau datangkan.

“Sembilan belas juta!” begitu kau berseru,
Membakar harapan di dada kami yang layu.
Kami catat angka itu di dalam kepala,
Sebagai mantra pengusir lapar dan duka.

Namun hari ini, langkah kami kian berat,
Menyusuri aspal panas yang terasa menyengat.
Ijazah di tangan pelan-pelan menjadi usang,
Terlipat rapi di pojok lemari yang remang.

Di mana belantara pekerjaan yang kau janjikan, Tuan?
Mengapa yang tumbuh subur justru ketidakpastian?
Kami mengetuk pintu pabrik yang terkunci rapat,
Bersaing dengan ribuan jiwa yang sama-sama sekarat.