Tentunya, data statistik ini berpotensi memicu gejolak sosial apabila generasi muda bertalenta kreatif tidak segera difasilitasi melalui legalitas kebijakan yang kuat. Ekonomi daerah berwawasan masa depan tidak lagi bisa ditopang hanya dengan mengandalkan hasil pertambangan mentah.

Perlu diahami bahwa keterampilan digital yang mumpuni dari Gen Z ini akan terkebiri secara paksa apabila infrastruktur penunjangnya di daerah masih bersifat tradisional dan tertinggal. Mestinya sektor ekonomi kreatif ini didukung oleh kebijakan substansial oleh pengambil kebijakan, ketimbang hanya mengeksploitasi isu pemuda sebagai jargon politik pemberi suara saat masa kampanye pemilu daerah.

Oleh karena itu, regulasi ketersediaan jaringan internet yang merata, kemudahan usaha perizinan, serta skema permodalan inklusif mutlak diperlukan. Transformasi ekonomi dari basis ekstraktif menuju basis pengetahuan dan kreativitas digital tidak boleh lagi sekadar menjadi dokumen rencana pembangunan di atas meja kerja. Pemerintah daerah wajib merumuskan strategi hilirisasi kebijakan ekonomi kreatif yang membumi.

Baca Juga  Fenomena Kotak Kosong, Kemunduran Demokrasi dan Bentuk Perlawanan Rakyat

Pertama, membangun pusat-pusat kreatif (creative hub) yang terintegrasi di setiap kabupaten/kota sebagai wadah bisnis anak muda. Kedua, menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan (SMK) dan kampus lokal dengan kebutuhan industri modern, seperti pengembangan perangkat lunak, pemrograman, desain komunikasi visual, hingga tata kelola niaga digital. Ketiga, merumuskan kebijakan fiskal daerah terhadap perintis usaha baru (startup) lewat skema pembiayaan mikro tanpa agunan yang dikelola secara profesional.

Populasi Gen Z yang mendominasi di Bangka Belitung ini pada dasarnya membawa peluang sekaligus ancaman. Kehadiran dan andil mereka di sektor industri kreatif hari ini telah memberikan testimoni sahih bahwa pemuda Babel tidak pernah kekurangan ide, inovasi, maupun ketangguhan mental untuk bertahan hidup di tengah transisi ekonomi. Namun, energi kreatif alami ini memiliki ambang batas kejenuhan jika terus-menerus dibiarkan tanpa arah kebijakan yang protektif.

Baca Juga  Menyongsong Babel Pasca-Timah: Membangun Fondasi Ekonomi yang Mandiri

Membiarkan Gen Z berjalan meraba-raba dalam kegelapan di tengah ketidakpastian lanskap ekonomi pasca-timah adalah resep jitu untuk memicu ledakan angka pengangguran terbuka. Sebaliknya, mengasah kemandirian mereka, menyuntikkan modal, serta memayungi kreativitas kolektif tersebut ke dalam sebuah ekosistem regulasi yang kokoh adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan hari ini. Langkah strategis ini vital demi memastikan masa depan Bangka Belitung yang berdaulat secara ekonomi, berdaya saing global, dan sepenuhnya merdeka dari ketergantungan semu komoditas masa lalu. Wallahu A’lam.