Triliunan rupiah melayang sudah,
dibungkus pesta bernama makan hadiah.
Namun di sudut kelas yang berdebu,
guru honorer menelan pilu—lengannya letih, gajinya terabaikan,
di tengah proyek serakah yang diagungkan.

Di bawah atap sekolah yang sunyi,
sendok dan garpu tak lagi berbunyi.
Bukan lagi tempat meniti asa,
melainkan bilik penampung duka—
sebab setiap rupiah yang mereka curi,
menjadi duri yang menusuk ulu hati.

Tutup panggungnya, kuncikan pintu,
cukup sudah sandiwara serakah itu.
Bila suapan bermula dari nestapa,
lebih baik meja ini dikosongkan saja.