Di Balik Meja sang Pemuja Gizi
Oleh: Kaum Pecinta Damai
Di piring saji bertatah janji,
ada racun yang mengendap sunyi.
Nasi dingin berbaur amis,
anak-anak menatap manis,
lalu tumbang di bilik kelas,
merintih perih yang tak berbalas.
Segenggam dana dipotong rapi,
masuk kantong pemuja gizi.
Mereka bersulang di balik meja,
sementara perut-perut kecil mengejang sengsara.
Niat mulia dikemas rapi,
malah menjelma ladang korupsi.
Bancakan anggaran di balik layar,
jiwa anak-anak yang jadi bayar.
Halaman

