Pilu Rimba Berjubah Jelaga
Karya: Yak Dand
Malam setengah purnama di teras istana kecil di lembah Bukit Kota,
Ananda tersentak bau hangus, takjub bahwa karhutla ternyata menyapa.
Generasi mereka telah terluka dengan hangatnya rimba yang terarang hitam berbalut bara!
Pilu berjubah jelaga! Menelan semua penghuninya.
Rimba hidup menghembuskan kabar untuk semua,
Berkelana bersama angin yang gagah perkasa,
Membawa serta:
Kering danau tempat angsa bercengkerama,
Surut air sungai, urat nadi dunia para kelana di alam fana,
Terik surya menyebarkan cahaya membara di setiap sudut dan celah asa.
Membawa serta:
Retak tanah kering bagai luka koreng bernanah menganga,
Gugur daun dari ranting layu berbatang hangus arang dengan kicau burung yang tergusur,
Bau udara seperti jelaga perapian raksasa menyelinap halus dalam rongga dada.
Membawa serta:
Pedih satwa yang hilang naungan, dipaksa pergi tinggalkan buah hatinya,
Padat karbon menari-nari gembira sebab tidak ada lagi yang menyerapnya,
Bingung insan mencari rezeki dalam rimba yang tak hijau lagi.

