Dua Sekda, Satu Hari: Catatan tentang Ketekunan, Pembelajaran, dan Pengabdian
Oleh: Yan Megawandi
Hari ini merupakan salah satu hari yang menarik buat dikenang. Bayangkan dua orang sekretaris daerah dilantik di hari yang sama. Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sekda kabupaten Bangka. Kedua jabatan ini sudah lama kosong.
Di provinsi setelah Sekda Naziarto purna tugas lebih dua tahun yang lalu. Begitu juga di Kabupaten Bangka, yaitu setelah Sekda Andi Hudirman menjalani masa pensiun juga sudah lebih dua tahun silam.
Pengisian jabatan sekda tentu bukan main main. Ia adalah pejabat ASN birokrasi tertinggi di daerah. Sehingga perlu pertimbangan dan persyaratan tertentu bagi pejabat yang akan mendudukinya.
Untuk kemampuan teknis mungkin tak jauh beda. Sekda mesti memiliki kapasitas dalam mengatur setidaknya tiga hal penting. Keuangan dan aset, kepegawaian dan pencapaian kinerja kepala daerah. Di samping itu sekda juga mesti piawai dalam menjaga hubungan dengan institusi pusat yang ada di daerah melalui forkominda.
Salah satu penugasan itu macet maka akan cukup fatal dampaknya. Bagi saya kedua orang sekda yang hari ini dilantik bukanlah orang baru. Untuk Fery ini merupakan terobosan baru. Ia merupakan pejabat pertama sekda di Babel yang terpilih melalui jalur penerapan sistem manajemen talenta.
Sistem yang dikembangkan oleh BKN guna menghasilkan para pejabat yang diharapkan bisa lebih profesional dibanding dimasa masa lalu.
Pembelajar Hebat
Fery Apriyanto merupakan kader yang sejak lama sebenarnya susah terlihat potensinya. Lulusan geologi UGM ini orang yang tak banyak omong, namun trengginas dalam tugas. Misalnya ketika masih baru jadi pegawai di Kabupaten Bangka, ia diikutsertakan dalam tim pameran pembangunan Kabupaten Bangka ke Palembang.

