Setelah 24 Tahun Menunggu, Pengadilan Negeri Bangka Selatan Siap Beroperasi November 2026
Setelah 24 Tahun Menunggu, Pengadilan Negeri Bangka Selatan Siap Beroperasi November 2026
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Harapan masyarakat Kabupaten Bangka Selatan untuk mendapatkan akses pelayanan peradilan yang lebih dekat segera terwujud. Pengadilan Negeri Bangka Selatan direncanakan mulai beroperasi dan diresmikan pada 30 November 2026 mendatang.
Kepastian tersebut mengemuka dalam kunjungan Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat bersama tim ke Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (8/10/2026), dalam rangka meninjau progres persiapan sarana dan prasarana Pengadilan Negeri Bangka Selatan.
Kunjungan tersebut diterima dan disambut baik secara langsung oleh Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S. T., M. Tr. iP di Ruang kerjanya dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Bupati Riza Herdavid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mahkamah Agung, jajaran Pengadilan Negeri, Forkopimda, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama di Kabupaten Bangka Selatan.
“Alhamdulillah, hari ini respons dari Mahkamah Agung, dibantu Ibu Artha, Forkopimda, dan Ketua Pengadilan Negeri, akhirnya masyarakat Bangka Selatan ke depan bisa mencari keadilan dengan lebih dekat. Asas keadilan sudah kita temukan dan sudah ada titik terangnya per hari ini,” ujarnya.
Menurut Bupati Riza Herdavid , rencana kehadiran Pengadilan Negeri Bangka Selatan menjadi momentum penting bagi masyarakat. Terlebih, peresmian tersebut direncanakan berlangsung pada 30 November 2026 dan menjadi bagian dari peresmian sejumlah pengadilan baru secara nasional yang akan dilaksanakan di Mataram oleh Presiden.
“Kalau dari pusat, rencananya pengadilan ini akan diresmikan tanggal 30 November. Acaranya berbarengan di Mataram dan akan diresmikan oleh Presiden. Ada 13 pengadilan yang akan diresmikan, dan dua di antaranya ada di Kabupaten Bangka Selatan,” jelasnya.
Bupati Riza Herdavid mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah berupaya maksimal dalam mendukung kesiapan infrastruktur, termasuk menyiapkan kantor sementara untuk menunjang operasional awal Pengadilan Negeri Bangka Selatan.
“Kalau dari sisi infrastruktur, kita perjuangkan sampai titik ini. Kemudian teman-teman dari Mahkamah Agung dan pengadilan akan menyiapkan personel SDM-nya. Intinya, progresnya bagus per hari ini. Teman-teman bisa melihat sendiri kesiapan pemerintah daerah dalam pengadaan kantor sementara,” ungkapnya
Bupati Riza Herdavid berharap seluruh personel Pengadilan Negeri Bangka Selatan yang nantinya ditempatkan di daerah tersebut dapat bekerja dengan nyaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semoga nanti para calon pegawai dari Mahkamah Agung yang akan ditempatkan di sini nyaman, bisa menjalankan tugas dengan baik, dan bisa memberikan rasa keadilan yang seadil-adilnya kepada masyarakat Bangka Selatan,” harapnya.
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Bupati Riza Herdavid menyebut secara umum progresnya sudah berjalan baik dan saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir atau finishing.
“Kalau progresnya, mungkin tinggal finishing. Masih ada waktu satu bulan ke depan untuk mempersiapkan apa yang kurang dan apa yang harus kami benahi lagi, sehingga rekan-rekan hakim nantinya nyaman bertugas di Bangka Selatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Riza menilai keberadaan Pengadilan Negeri Bangka Selatan akan memberikan dampak besar terhadap masyarakat, terutama dari sisi efisiensi biaya, waktu, keamanan, dan kenyamanan dalam memperoleh pelayanan hukum.
Selama ini, masyarakat Bangka Selatan yang membutuhkan pelayanan peradilan harus melakukan perjalanan ke wilayah Bangka Induk. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat, terutama biaya transportasi dan kebutuhan lainnya.
“Selama ini mungkin ada kasus-kasus kecil, tetapi biayanya sangat besar bagi masyarakat karena mereka harus melakukan perjalanan yang cukup jauh sampai ke Bangka Induk. Dengan kehadiran Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama di Bangka Selatan, saya harap biaya-biaya tak terduga itu hilang dan mereka mencari keadilan jauh lebih dekat. Cukup di Bangka Selatan saja, tidak perlu ke mana-mana,” ungkapnya.

