Hari Kedelapan

Karya: Yak Dand

Tak terasa telah lewat satu minggu hamba dan cinta menyusuri jalan-jalan di Madinah dan pelataran Masjid Nabi. Hari kedelapan bertepatan hari Rabu. Menjelang subuh, hamba dan cinta menyusuri jalan menuju hotel. Laskar masih ramai melakukan pengamanan karena ketegangan perang Saudi dan Yaman masih terasa. Hamba baru ingat, ketika menuju Saudi, pesawat yang membawa jamaah tidak melintasi wilayah udara Yaman, namun agak mengarah memutar ke arah Laut Merah.

Subuh selesai ditunaikan, hamba dan cinta pagi ini berniat berkeliling Masjid Nabi sampai seharian penuh. Pagi ini hamba dan cinta memulai perjalanan dari Bab Baqi setelah sebelumnya bersepakat bertemu di Bab Baqi selepas subuh. Selanjutnya, hamba dan cinta mulai menyusuri sisi Masjid sebelah selatan, satu persatu bab dilewati sambil menikmati kemegahan masjid dan pelatarannya, sampai di sisi depan timur masjid dan bergerak ke arah perhotelan serta mal yang ada di depan masjid.

Selanjutnya, kami kembali mulai mengelilingi masjid ke arah utara sampai Bab Abu Bakar, dan lanjut bergerak ke toilet di timur masjid untuk membuang hajat. Kemudian, menyusuri timur masjid yang hanya memiliki satu pintu kecil—yang kemudian menjadi tempat imam masjid keluar masuk dan pintu masuk-keluar ruang tempat jenazah saat mau dishalatkan. Selama shalat fardu di masjid, tiap selesai shalat fardu hampir selalu ada jenazah yang dishalatkan.

Setelah selesai jalan-jalan mengitari masjid, hamba dan cinta kembali ke penginapan untuk aktivitas rutin dan persiapan menjelang zuhur. Sekitar jam setengah sebelas menjelang zuhur, hamba sudah mengantri di tirai depan Bab Jibril untuk masuk ke masjid, dan cinta menuju pintu khusus wanita di sisi selatan masjid. Hamba berhasil masuk dan shalat di sisi barat makam Rasulullah saw., lalu lanjut masuk ke Raudhah, terdorong ke bawah tempat muazin.

Setelah tidak berdesakan dan tenang, hamba shalat sunnah tepat di depan mimbar Rasulullah saw. Selesai shalat, hamba beranjak keluar Raudhah dan berjalan ke arah lingkaran makam Rasulullah saw. dan dua khalifah yang mulia, hanya saja kondisi padat jamaah dan macet, sebab jamaah haji makin banyak berdatangan dari seluruh dunia ke Madinah.