Mengenal Kenakalan Remaja di Era Digital dan Strategi Pengendalian
Oleh: Rizky Anugrah Perdana, S.H.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
Satpol PP Kabupaten Belitung
Era digital telah membuka gerbang informasi dan komunikasi tanpa batas. Kemudahan akses internet dan media sosial menghadirkan segudang peluang bagi remaja untuk belajar, berekspresi, dan terhubung dengan dunia luar. Namun, di balik gemerlapnya dunia digital, terdapat sisi kelam yang tak boleh diabaikan.
Era digital telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam perilaku remaja. Kemudahan akses informasi dan komunikasi melalui internet dan media sosial menghadirkan peluang baru bagi remaja untuk belajar dan berkembang. Namun, di sisi lain, kemudahan ini juga membuka celah bagi munculnya berbagai bentuk kenakalan remaja baru yang berbeda dari era sebelumnya.
Era teknologi digital saat ini membawa banyak perubahan terhadap perilaku remaja, salah satunya meningkatnya kenakalan remaja di era digital. Kenakalan remaja tidak hanya terjadi di lingkungan sosial secara langsung, tetapi juga berkembang di dunia digital, seperti cyberbullying, penyebaran konten negatif, kecanduan gawai, dan perilaku berisiko di media sosial.
Kecanduan internet tak kalah mengkhawatirkan. Remaja yang terjebak dalam belitan dunia maya kerap mengabaikan aktivitas belajar, bersosialisasi, dan kesehatan mental mereka. Perilaku impulsif dan kurang bertanggung jawab dalam membagikan informasi pribadi di media sosial pun marak terjadi, didorong oleh budaya FOMO (Fear of missing out) yang menuntut mereka untuk selalu mengikuti tren terbaru.
Kenakalan anak remaja di era digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan kenakalan anak remaja pada masa sebelumnya. Jika sebelumnya kenakalan anak remaja lebih banyak dilakukan secara langsung dalam bentuk pelanggaran norma sosial di lingkungan sekitar, maka di era digital kenakalan anak remaja juga muncul dalam bentuk perilaku menyimpang di dunia maya.
Kenakalan Remaja, dari Konvensional ke Digital

