Mitigasi Terhadap Perilaku Kecanduan NAPZA di Lingkungan Sekolah
Mitigasi Terhadap Perilaku Kecanduan NAPZA di Lingkungan Sekolah
Oleh: Rudiyanto S.Pd.,Gr
Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Kabupaten Bangka Selatan
Perkembangan zaman modern saat ini ditambah dengan kemajuan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tak terkondisikan, anak-anak cenderung bersikap meniru hal-hal yang sedang tren tanpa memikirkan dampak panjang yang akan ia hadapi. Sebagai contoh, anak-anak zaman sekarang di beberapa kasus bahkan di lingkungan sekolah ditemukan melakukan perbuatan tercela seperti membawa rokok, bahan minuman atau obat-obatan untuk dioplos, rokok elektrik dan lain sebagainya.
Padahal, barang-barang tersebut adalah barang yang dilarang untuk dibawa ke lingkungan sekolah serta dapat membuat kecanduan, mengganggu kesehatan dan merusak masa depan. Baik rokok batangan maupun rokok elektrik dan bahan minuman atau obat-obatan untuk dioplos adalah pintu masuk terhadap perilaku kecanduan NAPZA.
NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Narkotika merupakan zat yang digunakan untuk menurunkan kesadaran secara instan agar pikiran terasa fly atau terbang dan sebagian dunia medis menggunakannya untuk mengurangi rasa nyeri. Adapun contohnya adalah seperti ganja, heroin, morfin dan lain sebagainya.
Psikotropika adalah zat yang digunakan untuk mempengaruhi saraf agar terjadi perubahan pada mental dan perilaku. Contohnya adalah pil ekstasi, sabu-sabu dan lain sebagainya. Sedangkan zat adiktif merupakan zat yang digunakan untuk mempengaruhi mental dan pikiran serta menimbulkan kecanduan seperti minuman keras, nikotin pada rokok dan lain sebagainya.
Permasalahannya adalah zat-zat yang terkandung pada NAPZA tersebut seringkali disalahgunakan oleh anak-anak bahkan di lingkungan sekolah. Sebagai contoh yang sering terjadi di lingkungan sekolah walaupun secara sembunyi-sembunyi adalah perilaku merokok baik rokok batangan maupun rokok elektrik serta oplosan minuman dan obat-obatan. Anak-anak usia sekolah bahkan secara terang-terangan melakukan perbuatan tersebut di luar lingkungan sekolah seperti di jalan, di rumah dan lain sebagainya.
Menurut hemat penulis, perilaku negatif kecanduan NAPZA tersebut tidak dapat dianggap sebelah mata atau remeh. Hal ini dikarenakan dapat mempengaruhi kestabilan pikiran dan mental anak. Selain itu, zat-zat tersebut dapat membuat kecanduan, merusak masa depan, menyebabkan penyakit bahkan over dosis hingga kematian.
Untuk mencegah perilaku kecanduan NAPZA terjadi di lingkungan sekolah, menurut hemat penulis, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

