Hari Ketujuh di Kota Nabi

Oleh: Yak Dand

Hari ketujuh di Kota Nabi. Tidak terasa sudah tujuh hari hamba dan istri menjejakkan kaki di Kota Nabi. Menjelang Subuh ini suasana agak berawan, namun langit tetap ditaburi bintang indah seperti langit 1.400-an tahun yang lalu. Hamba dan istri bergegas ke masjid, tidak lupa menyapa Rasulullah dari kejauhan saat melihat kubah hijau. Subuh ini hati makin larut dengan Masjid Nabi karena makin memahami lingkungan di sekitar masjid.

Selesai Subuh, hamba dan istri kembali ke penginapan. Ada sedikit keingintahuan di hati tentang di mana letak mihrab imam Masjid Nabi. Sebab, karpet shaf pertama yang dipasang oleh petugas di pelataran masjid berada sebelum pintu masuk Bab Bilal, bahkan jauh sebelum pintu Baqi. Sahabat berkata bahwa mihrab imam berada lurus di depan tempat muazin mengumandangkan azan.

Untuk menghilangkan rasa ingin tahu tersebut, selesai Subuh hamba menuju Bab Abu Bakar untuk berjalan menyusuri shaf terdepan Masjid Nabi ke arah makam Rasulullah SAW, lalu keluar di Bab Baqi untuk mencari letak mihrab. Dalam antrean, hamba memperhatikan dinding kanan batasan shaf pertama.

Beberapa saat setelah berjalan, di antara Raudhah dan shaf pertama tampak mihrab Masjid Nabi dengan corak yang sama dengan Mihrab Nabi, Mihrab Jibril, dan Mihrab Sahabat. Namun, bentuknya lebih lebar dan tinggi. Momen ini sempat hamba abadikan dalam video HP Nokia jadul yang hamba bawa.