Mengenal Pantang Larang (9)
Oleh: Meilanto
1. Nyisip daun saat ujan panas.
Kepercayaan ini berkembang di dunia anak-anak. Mereka memercayai bahwa saat mereka berhadapan dengan hujan panas maka mereka harus menyisipkan daun di sela telinga.
Sebenarnya ini tidak ada hubungan sama sekali, hanya saja berkembang mitos bahwa saat hujan panas, makhluk halus sering mengganggu anak-anak. Oleh karena itu menyisipkan daun di sela telinga dipercayai sebagai bentuk mengusir makhluk halus.
2. Bekaet jari supaya kucing saro birak.
Mitos ini berkembang di dunia anak-anak. Ada hal unik ketika anak-anak melihat kucing hendak buang air, maka anak-anak akan membuat gerakan atau gesture khusus yaitu saling bertautan jari telunjuk.
Gerakan bertautan jari telunjuk dipercayai membuat kucing susah buang kotoran atau tidak jadi sama sekali.
Sebenarnya kegiatan ini tidak ada sangkut paut sama sekali antara bertautan jari telunjuk dengan kucing buang korotan.
Hanya saja, biasanya anak-anak akan mendekat ke arah kucing dan tertawa terbahak-bahak sehingga menimbulkan kegaduhan yang membuat kucing berlari tidak jadi buang kotoran di situ.
3. Makai kasot buyung, kelak ari ujan.
Memakai sandal harus serasi antara kanan dan kiri. Apabila salah satunya berbeda entah kanan atau kiri maka hal tersebut akan menjadi bahan candaan orang lain.
Pantangan ini sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali. Hanya saja memakai sandal yang berlainan adalah sebagai bentuk ketidaklaziman.
Lagi pula memakai sandal yang berlainan membuat si pemakai sulit berjalan yang bisa berakibat fatal.
4. Aik bekas mandi bayi jangan dibuang ke tatong, kelak badan e gatal-gatal!
Umumnya bayi mandi dalam wadah khusus (seperti baskom), setelah mandi, air tersebut dibuang. Pantangan ini sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali.
Air yang telah dibuang tentunya tidak bisa menjangkiti tubuh bayi. Hanya saja air bekas mandi bayi yang masih bersih menyiratkan simbol penghormatan bahwa air tersebut telah berjasa membersihkan tubuh bayi.
5. Tentar pancing dak usah dilangkah kelak ikan dak makan!
Tentar (joran) pancing biasanya terbuat dari anak kayu betur atau inas (bambu kecil). Pantangan ini menyiratkan bahwa harus lebih hati-hati terhadap tentar (joran) pancing.
Tentar pancing tidak boleh dilangkah dikhawatirkan akan terinjak maka bisa-bisa tidak bisa meneruskan mancing dan berujung tidak bisa mendapatkan ikan.
6. Dak usah keluar uma waktu magrib, kelak ade antu mawak lesung!
Jangan keluar rumah saat magrib, nanti ada hantu membawa lesung!
Waktu magrib adalah waktunya beribadah. Bukan waktunya untuk keluar rumah.
Untuk mencegah anggota keluarga keluar rumah saat waktu magrib maka orang tua akan berujar, “Dak usah keluar uma waktu magrib, kelak ade antu mawak lesung”.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.