Pengabdian Seorang Guru yang Menantang Ombak hanya untuk Mengajar
FEATURE, TIMELINES.ID — Perawakanya tinggi, wajahnya putih, senyumnya selalu merekah ketika bertutur dan usianya sudah memasuki kepala empat.
Ia adalah seorang guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Bangka Selatan tepatnya di SMP Negeri 2 Lepar.
Namanya Dedy Herinatal seorang berdarah Batak dengan Marga Gultom yang mengabdikan dirinya hanya untuk mengajar di sekolah tersebut.
Saya bilang mengabdikan dirinya, karena memang sekolah itu tidak mudah untuk ditempuh dan diakses, harus menggunakan jalur darat dan laut.
Pertemuan dirinya dengan sekolah itu terjadi pada tahun 2021 ketika Dedy diterima sebagai ASN PPPK.

Bermula dari situlah saya mengenalnya dan sering berinteraksi karena kami dalam satu naungan sekolah yang sama.
Bedanya, dia adalah guru Bahasa Inggris sedangkan saya guru IPS. Heheh sangat melankolis.
Selama mengenalnya, saya tidak pernah melihat cacat. Ia adalah orang yang enerjik, selalu berfikir positif, tidak mau mencampuri urusan orang lain dan sangat berdedikasi terhadap pekerjaan.
Beda dengan saya yang menginap di sekolah, ia tidak melakukanya.
Dedy setiap hari menempuh perjalanan darat dan laut hanya untuk mengajar.
Pilihan itu dibuat karena berbagai hal, selain karena faktor keluarga juga karena faktor putranya yang masih kecil sehingga ia tak ingin melewatkan masa-masa emas bersamanya.
Pilihan yang saya bilang sangat syarat dengan pengabdian dan perlu saya contoh sebagai teladan.
Setiap hari ia berangkat dari rumahnya ketika matahari baru akan menempakan dirinya di peraduan, kadang lebih pagi ketika hari Senin agar tak terlewat untuk mengikuti upacara bendera.
Dengan motornya ia menyusuri setiap tikungan, tanjakan, trek lurus serta desa demi desa untuk sampai pada titik awal penyeberangan.
Kira-kira hampir memakan waktu 45 menit agar bisa sampai pada titik pertama penyebrangan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.