Karya Sheila Fiorencia Caroline, Siswi SMKN 1 Sungailiat

Kamu bisa bersinar paling terang di antara kegelapan. Namun, itu artinya kamu harus siap redup lebih dulu dibanding yang lain dan kemudian meninggalkan yang lain lebih dulu. Contohnya bintang Sirius, dia bintang yang paling terang di langit, tapi harus redup dan mati lebih dulu dibandingkan bintang lainnya.

Tapi entah kenapa, aku selalu ingin menjadi yang paling terang. Aku tidak masalah harus redup lebih dulu. Karena aku tahu jika aku redup, orang-orang akan terus mengingat dan mengagumiku.

“Kau akan selalu menjadi bintang ayah, sayang.”

Itulah yang ayahku katakan saat aku gagal atau putus asa, selalu punya kata-kata yang indah untuk membangkitkan semangatku. Ayahku adalah pendukung nomor satuku, cinta pertamaku. Sedangkan aku adalah seseorang yang selalu melihatnya dan terus terpaku menganguminya.

Baca Juga  Di Bawah Langit yang Mulai Kabur

Aku ingin menjadi seperti Ayah, dan kuharap aku bisa menjadi seperti ayah. Seorang Ayah yang luar biasa, melebihi pria manapun yang pernah kutemui. Semua kenangan yang kumiliki dengannya adalah kenangan indah, sampai pada suatu hari semuanya berubah. Aku melihat Ibu menangis sambil memeluk Ayah.

Ekspresi Ayah nampak campur aduk, ada terkejut kesedihan, ketakutan, dan ketabahan yang terlukis di wajahnya. Nampak juga sebuah kertas yang dipegangnya dengan erat. Aku yang masih berusia 10 tahun tidak tahu apa yang terjadi. Seketika kupanggil Ayah dan Ibuku, mereka terkejut bukan main saat melihatku. Ibu berusaha menghilangkan jejak tangisannya walaupun sebenarnya itu sia-sia.

Sedangkan Ayah menampilkan senyum yang palsu padaku, aku tahu dia hanya mencoba mengisyaratkan bahwa semuanya baik-baik. Tapi aku tahu ada yang tidak baik-baik saja.

Baca Juga  Pagar Laut, Sajakku Tak Bisa Melaut

“Ayah, ada apa? Kenapa Ibu menangis?”

“Ibu? Ya, dia menangis. Tapi bukan karena apa-apa. Ibu menonton berita di TV dan ada berita tentang kucing yang mati. Yah, Ibu teringat dengan Kathy, kucing peliharaan kita saat kau masih berusia 7 tahun. Dia sedih karena itu.”